Omzet "Department Store" dan "Specialty Store" Anjlok 90 Persen

Kompas.com - 20/05/2020, 08:00 WIB
Suasana aktivitas pengunjung di Tunjungan Plaza, Surabaya,  Jawa Timur, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan data Asosiasi Pengelolah Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Jatim bahwa terjadi penurunan pengunjung hingga 30 persen akibat meluasnya wabah Virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/ZABUR KARURUSuasana aktivitas pengunjung di Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan data Asosiasi Pengelolah Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Jatim bahwa terjadi penurunan pengunjung hingga 30 persen akibat meluasnya wabah Virus Corona (COVID-19).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat seluruh sub-sektor properti mengalami hantaman cukup keras, termasuk ritel. Akibatnya, pengusaha ritel menderita kerugian besar.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengungkapkan, department store maupun specialty store merupakan jenis ritel paling terdampak keras akibat pandemi ini.

Tak tanggung-tanggung, omzet kedua jenis ritel tersebut anjlok sebesar 90 persen.

"Jadi department store maupun specialty store mengalami kerugian sebesar 90 persen dibanding kondisi normal," kata Roy menjawab Kompas.com, Selasa (19/5/2020).

Baca juga: APPBI Bantah Rumor Pembatasan Usia Pengunjung Saat Mal Dibuka Kembali

Para pebisnis ritel terpaksa harus menyetop usahanya menyusul penutupan mal atau pusat perbelanjaan karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kendati demikian, pihaknya hingga saat ini belum menghitung total kerugian seluruh ritel yang terdampak Covid-19.

Roy mengatakan, meski  ritel anjlok kedua jenis ritel tersebut masih mendapatkan penghasilan walaupun hanya 10 persen yang bersumber dari e-commerce (perdagangan elektronik).

Penghasilan yang didapat dari penjualan melalui e-commerce ini memang terbilang jauh di bawah pencapaian sebelum krisis Covid-19.

Sementara, empat jenis ritel lainnya mengalami kerugian lebih sedikit dibanding department store atau specialty store.

Keempat jenis ritel tersebut yakni, minimarket, supermarket, hypermarket, dan full-seller yang terkait dengan kebutuhan sehari-hari sehingga diizinkan untuk terus beroperasi.

Baca juga: Pengusaha Ritel Siapkan 5 Langkah Jelang Pembukaan Kembali Mal

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X