Ini yang Harus Dilakukan Pengelola Saat Membuka Mal Kembali

Kompas.com - 16/05/2020, 09:00 WIB
Suasana mall yang terlihat sepi pengunjung di Tegal, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2020). Sejak adanya himbauan dari Pemerintah Kota Tegal pada Senin (17/3/2020) tentang larangan mengunjungi tempat keramaian seperti mall, bioskop, dan tempat wisata mengakibatkan pengunjung mall menurun drastis. ANTARA FOTO/OKY LUKMANSYAHSuasana mall yang terlihat sepi pengunjung di Tegal, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2020). Sejak adanya himbauan dari Pemerintah Kota Tegal pada Senin (17/3/2020) tentang larangan mengunjungi tempat keramaian seperti mall, bioskop, dan tempat wisata mengakibatkan pengunjung mall menurun drastis.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, pemerintah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan memperpanjangnya selama tiga kali berturut-turut.

Pegerakan ekonomi mulai goyah. Perkantoran, dan sekolah pun menganjurkan para karyawan dan siswanya untuk bekerja dan belajar dari rumah.

Akibatnya, berbagai tempat berkumpul terlihat sepi, seperti ruang bermain, tempat hiburan, dan pusat perbelanjaan.

Khusus pusat perbelanjaan atau mal, awalnya pengelola membatasi jam operasional untuk kemudian menutupnya sementara. Kecuali supermarket, apotek, ATM, dan restoran dengan ketentuan pesan antar.

Baca juga: Covid-19, The X Factor yang Bikin Sektor Properti Luluh Lantak

Head of Property and Asset Management JLL Naomi P Santosa mengatakan, apabila PSBB mulai dihentikan dan mal-mal kembali dibuka, masyarakat tidak akan langsung meramaikan tempat-tempat tersebut.

Dia memprediksi masyarakat memangkas waktu kunjungan di mal antara satu jam hingga tiga jam saja dalam satu hari. 

Tak hanya itu, Naomi juga memprediksi penerapan keamanan, jumlah orang yang berkumpul dalam satu ruangan, dan adanya kontrol kesehatan yang terus dilakukan sebagai tindakan preventif penyebaran Covid-19.

"Fungsi mal akan berubah. Dari yang tadinya sebagai meeting point atau window shopping, menjadi sebagai tempat berbelanja sehari-hari dengan waktu yang dibatasi," ujarnya dalam siaran langsung daring, Jumat (15/5/2020). 

Naomi berharap, setelah mal-mal dibuka, para pengelola gedung tetap menerapkan anjuran pemerintah, seperti mewajibkan semua pelanggan untuk tetap menggunakan masker dan tempat duduk yang berjarak. 

Menurutnya, terdapat beberapa hal yang harusnya diterapkan di area ritel agar tetap dapat mencegah penyebaran Covid-19 setelah PSBB dihentikan.

Baca juga: Bisnis Hotel di Bali, Pilihannya Cuma Dua: Tutup atau Banting Harga

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X