Harga Rumah di Bogor Paling Murah Se-Jabodetabek

Kompas.com - 11/05/2020, 18:39 WIB
Saat ini harga lahan di kawasan perumahan Sentul City berkisar Rp7 juta hingga Rp13 juta per meter persegi. Sementara untuk lahan komersial menyentuh angka Rp15 juta hingga Rp20 juta per meter persegi. Sedangkan harga properti Sentul City terendah Rp900 juta dan tertinggi Rp20 miliar. Dok Sentul City Saat ini harga lahan di kawasan perumahan Sentul City berkisar Rp7 juta hingga Rp13 juta per meter persegi. Sementara untuk lahan komersial menyentuh angka Rp15 juta hingga Rp20 juta per meter persegi. Sedangkan harga properti Sentul City terendah Rp900 juta dan tertinggi Rp20 miliar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Di antara kota penyangga lainnya di sekitar Jakarta, Bogor masih mencatat harga rumah paling terjangkau.

Country Head Rumah.com Marine Novita mengatakan, berdasarkan rata-rata harga properti, wilayah Jabodetabek, harga rumah (khususnya landed house atau tapak) hanya sekitar Rp 6,55 juta per meter persegi.

 
KOTA RUMAH/M2  APARTEMEN/M2
Bogor Rp 6.550.000  Rp 16.430.000
Depok Rp 8.330.000  Rp 16.670.000
Tangerang Selatan Rp 14.580.000  Rp 21.190.000
Kota Tangerang Rp 13.890.000  Rp 19.390.000
Kabupaten Tangerang Rp 13.890.000  Rp 18.970.000
Bekasi Rp 8.750.000 Rp 15.220.000
Bandung  Rp 10.630.000 Rp 17.190.000

Sumber: Analis Rumah.com

Menurut Marine, Bogor masih akan menjadi wilayah yang lebih stabil dibandingkan wilayah-wilayah penyuplai hunian lainnya.

Baca juga: Survei: Jakarta Masih Menjadi Favorit Pencari Rumah

Bahkan apabila situasi Pandemi Covid-19 ini masih akan berlangsung hingga akhir Mei atau awal Juni, Bogor diprediksi bakal tetap menjadi yang termurah.

Sementara harga rumah tapak di Tangerang Selatan tercatat paling tinggi yakni rata-rata sekitar Rp Rp 14,58 juta per meter persegi.

"Harga rumah tapak di Tangerang Selatan ini mencapai hampir dua kali lipat dari harga rata-rata rumah di Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung," ujar Marine terkait riset Property Market Index Rumah.com yang diterima Kompas.com, Senin (11/5/2020).

Harga properti di Tangerang Selatan dan sekitarnya saat ini semakin sulit dijangkau oleh kalangan menengah dan menengah ke bawah.

“Kondisi ini belum akan berubah sepanjang kuartal kedua 2020 ini," ucap Marine.

Kendati demikian, Marine menilai, pasar properti di wilayah Jabodetabek terbilang lebih stabil dalam hal kenaikan harga karena ada harga terendah dengan demand yang masih besar.

Namun, dibandingkan wilayah-wilayah penyangga Jakarta yang lain, kota-kota di Jawa Barat seperti Depok, Bekasi, dan Bogor adalah kota yang banyak diincar oleh pembeli kalangan menengah dan menengah bawah.

"Ini karena harganya relatif lebih rendah jika dibandingkan kawasan Tangerang, namun kota-kota ini memiliki akses komuter yang memadai,” ucap Marine.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angka Pencari Rumah yang Menghindari Klaster Penularan Covid-19 Meningkat

Angka Pencari Rumah yang Menghindari Klaster Penularan Covid-19 Meningkat

Hunian
Tahun 2020, Anggaran Ditjen Cipta Karya Terserap Rp 14,96 Triliun

Tahun 2020, Anggaran Ditjen Cipta Karya Terserap Rp 14,96 Triliun

Berita
Rumah di CitraLand Lampung Roboh, Ciputra Siap Bertanggung Jawab

Rumah di CitraLand Lampung Roboh, Ciputra Siap Bertanggung Jawab

Berita
Usai Pandemi, 55,6 Persen Karyawan Pilih Kombinasi WFO dan WFH

Usai Pandemi, 55,6 Persen Karyawan Pilih Kombinasi WFO dan WFH

Perkantoran
Rincian Program Prioritas Cipta Karya dengan Anggaran Rp 26,56 Triliun

Rincian Program Prioritas Cipta Karya dengan Anggaran Rp 26,56 Triliun

Berita
Satu Buku untuk Satu Sertifikat Tanah Elektronik Cegah Penggandaan

Satu Buku untuk Satu Sertifikat Tanah Elektronik Cegah Penggandaan

Berita
Living World Kota Wisata, Mal Terbesar di Timur Jakarta Telan Investasi Rp 1,4 Triliun

Living World Kota Wisata, Mal Terbesar di Timur Jakarta Telan Investasi Rp 1,4 Triliun

Berita
Pasar PON Trenggalek dan Legi Ponorogo Siap Diserahkan ke Pemda

Pasar PON Trenggalek dan Legi Ponorogo Siap Diserahkan ke Pemda

Ritel
Kata Pengamat, Kekuatan Hukum Sertifikat Elektronik Sama dengan Konvensional

Kata Pengamat, Kekuatan Hukum Sertifikat Elektronik Sama dengan Konvensional

Berita
Jokowi: Tol Kayu Agung-Palembang Hemat Waktu Tempuh hingga 75 Persen

Jokowi: Tol Kayu Agung-Palembang Hemat Waktu Tempuh hingga 75 Persen

Berita
Resmi Beroperasi, Tol Kayu Agung-Kramasan Lintasi Salah Satu Jembatan Terpanjang di Indonesia

Resmi Beroperasi, Tol Kayu Agung-Kramasan Lintasi Salah Satu Jembatan Terpanjang di Indonesia

Berita
[POPULER PROPERTI] Sertifikat Tanah Elektronik Berlaku Tahun 2021

[POPULER PROPERTI] Sertifikat Tanah Elektronik Berlaku Tahun 2021

Berita
Mulai Selasa, Operasional Transjakarta Diperpanjang hingga Pukul 21.00 WIB

Mulai Selasa, Operasional Transjakarta Diperpanjang hingga Pukul 21.00 WIB

Berita
Digugat Tommy Soeharto, Kementerian ATR/BPN Siap Hadir di Pengadilan

Digugat Tommy Soeharto, Kementerian ATR/BPN Siap Hadir di Pengadilan

Berita
Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Anak Usaha Barito Pacific Salurkan Sembako

Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Anak Usaha Barito Pacific Salurkan Sembako

Kawasan Terpadu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X