Pasca Covid-19, Pasar Properti Hongkong Kembali Memanas

Kompas.com - 05/05/2020, 08:00 WIB
Apartemen di Hong Kong. SHUTTERSTOCKApartemen di Hong Kong.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 di Hongkong telah mereda, pemulihan ini diklaim mulai merangsang  pemulihan pasar properti.

Analisis industri menunjukkan setelah tidak adanya kasus infeksi lokal selama 14 hari berturut-turut, sentimen pasar mulai membaik dan aktivitas ekonomi telah kembali.

Mentalitas pembeli properti juga telah menguat. Liburan beberapa hari juga telah membuat perdagangan pasar properti mulai aktif.

Wakil Ketua Centaline Property Asia Pacific Chen Yongjie mengatakan, wabah Covid-19 terus mereda, dan harga properti telah mencapai titik terendahnya.

Sebagaimana dirangkum Kompas.com dari 28hse, Senin (4/5/2020), Kepala Eksekutif Midland Real Estate Bu Shaoming juga optimistis daya beli akan kembali tumbuh dan muncul eksekusi pembelian properti.

Baca juga: Dampak Covid-19, Harga Rumah Singapura Turun 1 Persen

Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan tajam petumbuhan pencarian perumahan kelas atas di Rica Court Real Estate sebesar 58 persen dibandingkan akhir pekan lalu. 

Ketika pasar perumahan primer kembali normal, diprediksi bakal mendorong peningkatan transaksi di asar sekunder.

Promosi bersama keduanya akan menciptakan suasana perdagangan yang mulai memanas di pasar properti secara keseluruhan setelah pandemi Covid-19 usai.

Kepala Eksekutif Hongkong Real Estate Li Zhicheng mengungkapkan, jumlah perumahan favorit secara umum meningkat sekitar 20 persen.

Dengan kebangkitan pasar secara bertahap, jumlah pembeli pun diprediksi meningkat signifikan.

"Beberapa pasokan baru mulai diluncurkan pada bulan Mei, hal ini merangsang sentimen pasar secara keseluruhan. Saya percaya bahwa perdagangan secondary market juga akan semakin memanas," ujar Li Zhicheng.

Sebelumnya, Covid-19 telah memengaruhi pergerakan pasar properti di Negeri Eks Koloni Inhgris ini. 

Para miliarder China yang biasanya mendominasi 60 persen pasar residensial kelas atas tidak dapat melakukan perjalanannya.

Tak hanya hunian, data terbaru dari Departemen Penilaian juga menganalisis harga kantor yang mengalami penurunan 8,5 persen pada Februari tahun ini dibandingkan dengan Februari 2019.

Demikian halnya dengan harga properti mewah yang merosot rata-rata 4,5 persen pada Kuartal I-2020 dibanding kuartal sebelumnya.

Daerah favorit investor dari China Selatan yakni di sekitar stasiun Kowloon Barat juga merosot hampir 7 persen.

"Mayoritas pembeli adalah penduduk lokal," ujar CEO Savills Hongkong dan Greater China Raymond Lee dikutip Kompas.com dari Bloomberg.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X