Program Padat Karya Dipercepat, Warga Dilibatkan dalam Pembangunan

Kompas.com - 04/05/2020, 22:00 WIB
Salah satu hasil dari penggunaan anggaran Program Padat Karya PUPR. Sebagian besar, anggaran Rp 12 triliun tersebut digunakan untuk membangun dan meningkatkan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi. Dok. PUPRSalah satu hasil dari penggunaan anggaran Program Padat Karya PUPR. Sebagian besar, anggaran Rp 12 triliun tersebut digunakan untuk membangun dan meningkatkan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi.

KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) mempercepat penyaluran Program Padat Karya Tunai (PKT) atau cash for work untuk mempertahankan daya beli masyarakat di perdesaan.

Anggaran program Padat Karya pada 2020 ini mencapai Rp 11,2 triliun dengan porsi terbesar untuk membangun infrastruktur guna mendukung produktivitas.

Beberapa pembangunan infrastruktur yang dilakukan yakni peningkatan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi.

Pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai salah satunya dilaksanakan melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

Baca juga: Jaga Daya Beli, Pemerintah Percepat Program Padat Karya Tunai Rp 10 Triliun

Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri PUPR No 167/KPTS/M/2020 tentang Penetapan Lokasi dan Bantuan Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2020 yang terbit pada 5 Maret 2020.

Realisasi program PISEW adalah dengan membangun infrastruktur pendukung produksi maupun hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan prosedur protokol Covid-19 dilaksanakan dalam kegiatan ini.

"Setiap tahapan pelaksanaan Program Padat Karya dilakukan sesuai dengan Protokol COVID-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan," ujarnya melalui siaran resmi yang diterima Kompas.com, Senin (4/5/2020).

Tahun ini, pelaksanaan PISEW menjangkau 900 kecamatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 540 miliar.

Pelaksanaan PISEW ini juga melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X