Peringati Hardiknas, Gedung Sekolah di Aceh hingga Papua Direnovasi

Kompas.com - 04/05/2020, 10:35 WIB
Siswa sekolah dasar di Natuna, Kepulauan Riau, mengenakan masker saat berada di area sekolah mereka, Selasa (4/2/2020). Hampir seluruh warga di Natuna menggunakan masker menyusul keputusan Pemerintah RI untuk menempatkan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, di pulau tersebut. AFP/RICKY PRAKOSOSiswa sekolah dasar di Natuna, Kepulauan Riau, mengenakan masker saat berada di area sekolah mereka, Selasa (4/2/2020). Hampir seluruh warga di Natuna menggunakan masker menyusul keputusan Pemerintah RI untuk menempatkan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, di pulau tersebut.

KOMPAS.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi momentum pembangunan dan kemajuan pendidikan di Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) merehabilitasi dan renovasi sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi dari Aceh hingga Papua agar para siswa dapat menuntut ilmu dengan baik pasca berakhirnya pandemi Covid-19.

Hal ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan standar pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sekolah harus baik.

Baca juga: Setelah Direnovasi, Sekolah Rusak di Papua Barat Jadi Lebih Bagus dan Lengkap

“Standar bangunan dan kelengkapannya semoga bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain. Manfaatkan fasilitas yang sudah dibangun. Generasi mendatang harus lebih pintar karena fasilitasnya lebih baik,” kata Basuki dikutip Kompas.com dari situs resmi Kementerian PUPR Senin (4/5/2020).

Standar pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sekolah tersebut dilengkapi fasilitas lapangan olahraga, toilet yang baik termasuk tempat cuci tangan serta penataan lansekap (taman), dan tahan gempa.

Peningkatan kualitas bangunan sekolah yang dilakukan Kementerian PUPR sejalan dengan tema Hardiknas yakni Belajar dari Covid-19.

Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 12 Bandar Lampung Munashiroh mengatakan sebelum dilakukan rehabilitasi oleh Kementerian PUPR, kondisi sekolahnya selalu banjir ketika turun hujan.

"Rasanya kembali ke rumah baru. Anak-anak menjadi semangat. Kelasnya baru, catnya bagus, plafonnya baru. Kemudian juga lantainya bagus, halamannya juga diganti semua, sehingga kami sekarang nyaman belajar. Walaupun hujan lebat kami juga tidak buru-buru pulang karena memang sudah tidak banjir lagi," ungkap Munashiroh.

Dian Rinova, Siswa Kelas V MIN 11 Bandar Lampung pun juga berterima kasih atas rehabilitasi yang telah dilakukan Kementerian PUPR.

Menurutnya fasilitas yang sudah dibangun Kementerian PUPR membuatnya lebih senang dan nyaman belajar.

"Dulu di saat musim hujan kalau sekolah [selalu] was-was takut atapnya roboh. Sekarang sudah bagus, jadi nyaman belajar," ujar Dian Rinova.

Langkah rehabilitasi yang dilakukan sejalan dengan tugas tambahan untuk melakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 10.000 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia pada 2019-2024.

Sebelumnya, pada tahun Anggaran 2019, Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar (Pusat PSPPOP), Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya telah melakukan rehabilitasi sebanyak 1.467 sekolah (SD, SMP dan SMU) dan 144 madrasah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X