BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Enduro

Pandemi Covid-19, Betulkah Tinggal di Apartemen Lebih Aman?

Kompas.com - 15/04/2020, 20:27 WIB
Ilustrasi apartemen ShutterstockIlustrasi apartemen

KOMPAS.com – Studi dari jurnal medis The Lancet baru-baru ini menyebut, karantina atau pembatasan sosial yang saat ini diterapkan untuk membatasi penyebaran Covid-19 dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Alasannya, pembatasan ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan mental, mulai dari kecemasan, kemarahan, gangguan tidur, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Apalagi bagi mereka yang tinggal di apartemen tipe studio. Tipe ini memiliki keterbatasan ruang karena biasanya hanya memiliki satu kamar tidur dan kamar mandi.

Oleh beberapa peneliti, keterbatasan ruang disebut-sebut dapat memicu stres. Dalam laporan The Atlantic peneliti mendapati, stres terhadap sesuatu yang sesak (terjadi pula dalam ruangan) dapat meningkatkan angka kekerasa domestik (KDRT).

Di sisi lain, tinggal di apartemen selama pandemi Covid-19 ini, dianggap lebih aman.

Pasalnya, hunian apartemen biasanya telah menyiapkan berbagai fasilitas, seperti keamanan, privasi, hingga kebersihan.

Baca juga: INFOGRAFIK: Memahami Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB

Hal tersebut cocok untuk menerapkan pembatasan sosial termasuk gerakan bekerja dari rumah.

Apalagi, setiap pengunjung yang masuk pun biasanya akan melalui pemeriksaan terlebih dulu, misalnya, pengecekan dengan infrared thermometer atau menyediakan cairan antiseptik.

Adapun untuk mengatasi keterbatasan ruangan, penghuni apartemen studio harus pintar mencari cara memaksimalkan luas ruangan.

Sebab, selain menambah ruang untuk “bernapas”, ruangan yang lebih luas juga dapat memperbaiki kesehatan mental.

Salah satu trik untuk memaksimalkan ruang adalah mengganti furnitur inti, seperti meja, lemari, hingga kasur dengan furnitur cerdas atau smartfurniture yang menggunakan ruang seminimal mungkin.

Baca juga: Cantiknya Interior Putih-Coklat dengan Furnitur Serbaguna

Lalu, apa saja smarfurniture menarik yang bisa digunakan? Kompas.com telah merangkum beberapa jenis furnitur yang memilki kemampuan serba guna sehingga mampu memaksimalkan ruang, sebagai berikut:

1. Pop-up coffee table

Meja kecil yang sering diletakkan di depan sofa ini memang tidak terhindarkan untuk dimiliki. Untuk itu, perlu juga masuk hitungan sebagai furnitur yang patut diganti supaya multifungsi.

Salah satu produk yang patut dicoba adalah pop-up coffee table. Meja ini memiliki bagian tengah yang dapat dibuka secara melintang dan bisa digunakan untuk menyimpan barang.

Selain itu, belahan kayu yang diangkat tadi pun bisa dipanjangkan dan diatur ketinggiannya.

Dengan begitu, meja dapat menjadi lebih lebar dan ketinggiannya dapat diatur sesuai keinginan.

Baca juga: Pemilik Apartemen Harus Tahu Tata Cara Pembentukan P3SRS

Meja ini biasanya cocok untuk menaruh camilan atau minuman saat menonton TV di depan sofa. Jika tidak berminat membeli meja makan, yang artinya menambah ruang, tentu bisa memanfaatkan meja ini.

2. Cabinet buffet table

Untuk apartemen ukuran studio, memiliki cabinet buffet table (furnitur berukuran sedang untuk menyimpan barang sekaligus tempat display) mungkin terdengar merepotkan karena menambah barang ukuran besar ke kamar.

Namun, bila penghuni telanjur memiliki barang atau pernak-pernik kecil, menempatkan furnitur ini justru bisa menjadi pilihan bagus. Terlebih, bila buffet tersebut bisa menggantikan perabot lain sehingga tidak perlu menambahnya.

Nah, sesuai namanya, cabinet buffet table bisa menggantikan meja konvensional yang jarang terpakai dan mengganggu itu dengan bufet serbaguna.

Di sini, cabinet buffet table mungkin terdengar tampak seperti bufet biasa dengan beberapa lacinya. Bedanya, laci kecil paling atas bisa ditarik untuk mengeluarkan papan panjang dan dua kakinya. Alhasil, jadilah meja.

Baca juga: Ciptakan Ruangan Idaman dengan Merancang Furnitur Sendiri

Tak hanya itu, konsep meja ini juga bisa dipasang untuk meja dapur tipe island (kabinet dan meja yang ditaruh persis di tengah-tengah ruang dapur) sehingga dapat mengubahnya menjadi meja makan.

3. Sofa dengan bagasi

Sofa bisa menjadi furnitur paling memakan ruang setelah kasur. Untuk itu, keberadaannya harus dimaksimalkan agar bisa dipakai menyimpan barang.

Nah, ide itulah yang dipakai produk sofa dengan bagasi. Sofa ini dapat dibuka atau diangkat untuk menyimpan bantal, buku, dan barang lainnya.

Dalam konsep yang sama, produk ini juga bisa hadir dengan laci di bagian bawah, samping, bahkan belakang.

Tak perlu mengkhawatirkan estetika sofa, produk ini rata-rata hadir dengan konsep laci tersembunyi yang artinya tidak mengubah kecantikan desain.

4. Lemari gaya industrial

Produk Wallbed dari Enduro Business Furniture yang dapat mengubah ranjang menjadi meja dan rak.DOK. Humas Enduro Business Furniture Produk Wallbed dari Enduro Business Furniture yang dapat mengubah ranjang menjadi meja dan rak.

Bagi yang bergaya minimalis alias gemar untuk meminimalisasi barang bahkan pakaian, produk ini sangat cocok karena bisa memangkas banyak ruang.

Lemari gaya industrial adalah lemari yang berbentuk kerangka tanpa papan penutup. Kerangka tersebut pun biasanya hadir dengan bentuk besi kecil menyerupai pipa.

Dengan begitu, lemari ini pun tampak seperti rak gantung dengan beberapa laci untuk pakaian lipat di bagian dasar.

Tak hanya itu, ketinggiannya pun dapat diatur sehingga dapat memaksimalkan ruang. Selain itu, ruang sisa di bagian atasnya dapat dimanfaatkan untuk menaruh barang lainnya.

5. Ranjang dinding atau wallbed

Untuk produk yang satu ini, jelas akan sangat berpengaruh terhadap luas ruangan. Pasalnya dengan wallbed, kasur dan ranjang yang paling memakan tempat akhirnya bisa “disembunyikan”.

Cara kerja produk ini adalah ranjang yang terpasang di dinding bisa berganti menjadi meja dengan mekanisme buka tutup atau dibalik.

Tak hanya meja, luas ranjang yang cukup panjang pun bisa dimanfaatkan sebagai rak ukuran sedang saat dibalik.

Baca juga: Materium, Koleksi Furnitur Serba Fleksibel untuk Era Digital

Memang, produk ini belum terlalu populer di Indonesia. Namun, bukan berarti tidak bisa mendapatkannya.

Pasalnya, sudah ada beberapa perusahaan furnitur lokal yang memproduksinya. Misalnya saja Enduro Business Furniture yang terletak di Taman Tekno blok F1 Unit E, BSD, Tangerang Selatan.

Berdiri sejak 1998 dalam naungan PT Bangun Anugerah Hanjaya, perusahaan ini turut menyediakan produk ranjang dinding.

Berfokus pada furniture office, perusahaan ini tak luput mencari solusi masalah untuk kebanyakan penghuni apartemen, khususnya tipe studio.

Produk Wallbed dari Enduro Business Furniture yang dapat mengubah ranjang menjadi meja dan rak.DOK. Enduro Business Furniture Produk Wallbed dari Enduro Business Furniture yang dapat mengubah ranjang menjadi meja dan rak.

Untuk itu, hadirlah wallbed  yang dikhususkan buat mengefisienkan apartemen tipe studio.
Bukan hanya mengefisienkan ruang, produk wallbed dari Enduro juga memperhitungkan kenyamanan karena hadir dalam ukuran queen atau 160x200x25 centimeter.

Untuk mendukung desain ini, konstruksi wallbed Enduro menggunakan metal plat finishing powder coating yang lebih kuat, tahan gores, dan antipecah.

Sementara itu, untuk kabinet atau bagian meja dan rak, desain ini dilapisi plywood finishing HPL yang antigores, antiair, dan tahan terhadap panas serta zat kimia. Selain itu, warna furnitur pun tetap terjaga karena tidak berpotensi belang-belang.

Untuk lebih lengkapnya, bisa mengunjungi laman resmi Enduro Business Furniture di enduro.co.id.

Dengan beberapa trik di atas, sekarang pemilik apartemen studio tidak perlu khawatir lagi bila mau berolahraga, senam atau yoga, dan lainnya. Sebab, luas ruangan kini bisa diatur semaunya.

Nah, berhubung kamar sudah luas, sekarang jadi betah kan menjalani pembatasan sosialnya?


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya