Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dikelola TNI, Fasilitas Isolasi di Pulau Galang Siap Digunakan

Kompas.com - 06/04/2020, 21:03 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian penyakit infeksi menular di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, telah selesai dan siap digunakan pada Senin (6/4/2020).

Pembukaan rumah sakit dilakukan oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertanahan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin, kini, fasilitas tersebut telah ditempati sebanyak 247 petugas yang terdiri dari dokter, tenaga medis, paramedis.

Ada pula tenaga non medis yang terdiri dari TNI, POLRI, petugas dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta sukarelawan.

Baca juga: Melihat dari Dekat Lokasi Pusat Karantina Penyakit Infeksi Menular di Pulau Galang

Di dalamnya saat ini sudah tersedia peralatan kesehatan danperlengkapan gizi yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan.

Selain itu, terdapat layanan pendukung seperti 20 unit ambulans, 4 unit truk, 4 unit minibus, 2.000 buah APD, dan 5.000 buah masker.

Terbagi menjadi 3 zona

Keseluruhan area fasilitas ini terbagi menjadi tiga zonasi. Ketiganya adalah Zona A yang merupakan wilayah renovasi eks Sinam.

Zona ini meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Lalu Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad), dan zona utilitas.

Baca juga: Jokowi Pastikan Fasilitas Isolasi di Pulau Galang Beroperasi 6 April

Hingga saat ini terdapat dua gedung bertingkat dua yang berada di Zona B. Gedung tersebut dimanfaatkan sebagai fasilitas observasii, penampungan, karantina, serta isolasi bagi Intensive Care Unit (ICU) dan untuk Non ICU.

Total kapasitas di zona ini sendiri mencapai 360 tempat tidur yang terdiri dari ruang observasi sebanyak 340 tempat tidur dan ruang isolasi sebanyak 20 tempat tidur ICU.

Kemudian di sekitar fasilitas utama terdapat ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang.

Lalu terdapat fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.

Baca juga: Basuki Ungkap Alasan Pemerintah Bangun Pusat Karantina di Pulau Galang

Terakhir terdapat Zona C yang akan dikembangkan untuk tahap berikutnya dan menyesuaikan kebutuhan. Rencana pembangunannya nanti akan memanfaatkan cadangan lahan.

Pembangunan dilaksanakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, sedangkan konsultan Manajemen Konstruksi adalah PT Virama Karya.

Fasilitas air bersih

Sementara untuk pemenuhan air bersih, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan infrastruktur air baku dan air bersih berupa pipa transmisi dari sumber air baku di Waduk Monggak Rempang menuju Embung Camp Vietnam.

Baca juga: Pemasangan Jaringan Pipa Transmisi di Pulau Galang Rampung

Infrastruktur tersebut dibangun sepanjang 13,85 kilometer. Selain itu, dilakukan pula perluasan Embung Camp Vietnam dari 820 meter persegi menjadi 6.700 meter persegi.

Sementara untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 5 liter per detik bersumber dari Waduk Monggak Rempang dan reservoir kapasitas 50 meter kubik juga telah dilakukan uji coba.

Secara keseluruhan fasilitas observasi/isolasi/karantina pengendalian penyakit infeksi menular ini dikelola oleh TNI.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
jadilah komentator yang cerdas. media ini sering kali memberitakan bahwa rumah sakit darurat itu diperuntukkan untuk warga lokal dan para tki yang pulang dari luar negeri terutama pulang dari malaysia. pada masa yang akan datang rumah sakit tersebut akan dijadikan pusat penelitian penyakit menular., membalas komentar bejo : emangnya penduduk p galang berapa? trus berapa yang terinfeksi? in rs utk penduduk p galang saja atau dari daerah lain? pasien dari luar pulau dikirim ke sini gitu? tolong pencerahannya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau