Melihat dari Dekat Lokasi Pusat Karantina Penyakit Infeksi Menular di Pulau Galang

Kompas.com - 09/03/2020, 19:00 WIB
Land clearing pusat observasi dan isolasi pengendalian penyakit menulas Pulau Galang Hilda B Alexander/Kompas.comLand clearing pusat observasi dan isolasi pengendalian penyakit menulas Pulau Galang

BATAM, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai pembangunan pusat karantina untuk observasi dan isolasi pengendalian penyakit infeksi menular di Bekas Kamp Pengungsi Vietnam, Pulau Galang, Kepulauan Riau.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan, pihaknya mendapat penugasan dari Presiden Joko Widodo untuk membangun fasilitas tersebut pada Minggu (8/3/2020), menyusul merebaknya virus corona penyebab penyakit Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahap pertama fasilitas kesehatan ini dirancang dua bangunan dalam dua lantai,yang mencakup ruang observasi dan isolasi.

Rinciannya, ruang observasi sebanyak 230 kamar, di mana satu kamar berkapasitas 8-10 orang (tempat tidur).

Sementara ruang isolasi terdiri dari dua bagian yakni isolasi Intensive Care Unit (ICU) sebanyak 20 kamar, dan non-ICU sejumlah 30 kamar.

Baca juga: Basuki Optimistis Fasilitas Observasi dan Isolasi di Pulau Galang Rampung Satu Bulan

"Kami mulai mengerjakan land clearing sekitar dua hari untuk kemudian dibangun konstruksi fasilitas observasi dan isolasi dengan teknik modular," ujar Basuki menjawab Kompas.com, Senin (9/3/20220).

Sejumlah alat berat seperti dozer 7 unit, ekskavator 7 unit, dump truck 4 unit, genset 2 unit, 2 mobil tangki air dan 1 toilet mobile sudah berada di lapangan.

Kementerian PUPR juga akan meningkatkan akses keluar masuk pulau dengan membangun helipad dan disiapkan penataan dermaga di Pelabuhan Pulau Galang yang dikelola UPT Dinas Perhubungan Pemkot Batam.

Dipilihnya Pulau Galang sebagai lokasi pembangunan fasilitas observasi dan isolasi pengendalian penyakit menular karena mudah diakses melalui laut dan udara.

"Kita bisa mendarat di Batam kapan pun, 24 jam. Dari Bandara Hang Nadim ke lokasi ini cuma 1 jam. Selain itu, kawasan eks Kamp Pengungsi Vietnam ini juga jauh dari permukiman," tutur Basuki.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.