Jokowi Minta Pemda Tingkatkan Pengawasan dan Protokol Kesehatan

Kompas.com - 30/03/2020, 15:00 WIB
Presiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3/2020) malam. Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. dok Istana KepresidenanPresiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3/2020) malam. Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Bahkan, berdasarkan laporan yang diterima Presiden dari Gubernur Jawa Tengah dan DIY, terjadi pergerakan arus mudik lebih awal dari biasanya.

"Sejak penetapan darurat di DKI jkarta telah terjadi percepatan arus mudik terutama pekerja informal di Jadebotabek menuju Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan JAwa Timur," ujar Presiden.

Dia menambahkan, selama delapan hari terakhir, tercatat 876 armada antar propinsi yang membawa sekitar 14.000 penumpang.

Angka ini belum termasuk pemudik yang menggunakan transportasi masal sepeti kereta api pesawat dan angkutan udata serta menggunakan mobil pribadi

Karena itu, Presiden meminta pengawasan terhadap pemudik oleh masing-masing kepala daerah untuk diteruskqn dan ditingkatkan lagi.

"Menurut saya imbauan itu belum cukup. Perlu langkah-langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19," kata Presiden.

Ketiga, dia melihat arus mudik mengalami percepatan yang bukan karena faktor budaya tapi karena memang terpaksa.

Menurutnya, banyak pekerja informal di jadebotabek terpaksa pulang kampung karena pendapatannya menurun drastis.

Bahkan, tidak ada pendapatan sama sekali akibat diterapkannya status tanggap darurat seperti aturan kerja dari rumah, sekolah dari rumah, dan ibadah di rumah

Oleh karena itu, Presiden meminta percepatan program pengaman sosial yang memberikan perlindungan para pekerja harian di sektor informal melalui program insentif ekonomi bagi usaha mikro.

"Ini harus betul-betul dialsakanakan di lapangan," kata Presiden.

Dengan demikian, mereka para pekerja informal seperti buruh, pedagang asongan, pekerja harian bisa menenuhi pendapatan setiap hari.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X