Kelima stasiun tersebut adalah Stasiun Dukuh Atas oleh PT Bank BNI (Persero) Tbk, Stasiun Istora oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Stasiun Setiabudi yang dikuasai oleh PT Astra International Tbk.
Kemudian Stasiun Blok M yang namanya "dimiliki" oleh PT Bank BCA Tbk serta Stasiun Lebak Bulus oleh Grab Indonesia.
Selanjutnya, William mengatakan akan mengembangkan Kawasan Berbasis Transit atau Transit Oriented Development (TOD).
Baca juga: Menakar Potensi Komersial dan Kualitas Hidup di TOD MRT Jakarta
"Juga TOD diharapkan bisa mulai kita kelola setelah krisis Covid-19 ini berlalu," kata William.
Namun yang terpenting, harapan ke depan adalah terbentuknya kesadaran dan perilaku masyarakat untuk menggunakan transportasi publik.
Dan jika perlu, William mengatakan, pengembangan transportasi publik di daerah lain baik pada fokus dan model bisnisnya bisa mengikuti cara MRT.
"Di mana fokus pengembangannya pada quality, safety, health, environment, and security," tutur dia.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.