Kota Baru Gawai dan Kepatuhan Publik

Kompas.com - 17/03/2020, 17:00 WIB
Salah satu petugas kebersihan Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung membersihkan pegangan eskalator. Titik-titik yang kerap dipegang pengunjung menjadi prioritas untuk dibersihkan. Kontributor Lampung, Tri Purna JayaSalah satu petugas kebersihan Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung membersihkan pegangan eskalator. Titik-titik yang kerap dipegang pengunjung menjadi prioritas untuk dibersihkan.

IKHTIAR manusia terus diuji ketika planet bumi sedang dalam siklus evolusinya. Kita tentu terus berusaha, walau global pandemic Covid-19 menyadarkan bahwa kita hanyalah deretan angka dalam kurva statistik. Kita sehat, terpapar sembuh, carrier atau mati.

Sejarah peradaban dunia sedang menyaksikan fenomena urban terbesar sepanjang sejarah. Kita terhenyak melihat Paus Fransiskus berjalan di jalanan yang begitu sepi pusat kota Roma, berdoa untuk berakhirnya pandemik ini di gereja Santo Marcelo.

Di depan salib yang pernah diarak keliling Roma pada saat pademi menimpa Roma tahun 1522.

Suasana mencekam sama juga terlihat di Paris, Copenhagen, Wuhan, Singapura, dan banyak lagi.

Sambil menyimak gawai kita, pandemi global mulai mencapai 175.000 dengan korban terus meningkat di 110 negara.

Perkotaan dunia pun bergulat dengan tarik ulur kebijakan guna mengalahkan puncak statistik agar menjadi lebih landai.

International Society of Urban and Regional Planners (ISOCARP) sudah menengarai kedaruratan kota-kota dunia, dengan pengalaman SARS berdampak 12 sampai 18 miliar dollar AS hanya dari sektor pariwisata dan ritel.

Outbreak virus Zika berdampak 7-18 miliar dollar AS, sementara Ebola menyebabkan kerugian 2.2 miliar dollar AS GDP di 3 negara Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Kerentanan pusat-pusat perkotaan atas pandemik memerlukan koordinasi kuat antara masyarakat dan pemerintahnya.

Baik pemerintah kota, provinsi, negara atau antar negara perlu membangun komunikasi antar pemangku kepentingan, dalam meningkatkan ketahanan kita.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X