Berlakukan WFH, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Jalan

Kompas.com - 17/03/2020, 13:45 WIB
Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra memimpin rapat mitigasi Covid-19 di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Senin (16/3/2020). Dokumentasi Kementerian ATR/BPNWakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra memimpin rapat mitigasi Covid-19 di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Senin (16/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home atau WFH sejak Senin (16/3/2020) sesuai kebijakan Presiden Joko Widodo yang disampaikan di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/3/2020).

Selain WFH, Kementerian ATR/BPN juga memberlakukan sejumlah langkah strategis terkait mitigasi pencegahan penyebaran Covid-19.

Meski memberlakukan sistem kerja WFH, namun Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra menjamin, hal itu tidak akan mengganggu kinerja dan layanan masyarakat terutama di daerah dengan tunggakan pekerjaan tinggi.

"Sistem kerja WFH hanya dua minggu, dan akan dievaluasi dalam seminggu pertama. Intinya kami kurangi dulu kumpul-kumpul masyarakat untuk tidak mendorong penyebaran Covid-19," ujar Surya menjawab Kompas.com, Selasa (17/3/2020).

Baca juga: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil Sehat

Oleh karena itu, Surya dan jajaran Kementerian ATR/BPN terus mendorong pelaksanaan jarak sosial atau social distancing  terhadap 37.000 pegawai di 500 satuan kerja seluruh Indonesia.

Sementara di lingkungan kerja pusat, pimpinan tertinggi tetap bekerja, menyiapkan regulasi, dan perencanaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau memang diperlukan, kami juga akan merealokasikan anggaran untuk membantu daerah khususnya yang memiliki beban kerja tinggi dengan permohonan terbanyak," imbuh Surya.

Pelayanan masyarakat, menurut Surya, tidak boleh berhenti hanya karena epidemi Corona. Pihaknya akan terus mendorong para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerja Kementerian ATR/BPN untuk bekerja karena menyangkut ketahanan ekonomi Nasional.

Hanya, sistem kerja yang akan didorong adalah mengadopsi WFH dan work in smart ways melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

"Dengan sistem kerja ini diharapkan tercipta efisiensi kerja, sehingga saat epidemi nanti mereda, kami bisa melakukan banyak hal kembali, terutama mengejar target," kata Surya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X