Basuki Optimistis Fasilitas Observasi dan Isolasi di Pulau Galang Rampung Satu Bulan

Kompas.com - 09/03/2020, 14:14 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Dirjen Cipta Karya Danis H Sumadilaga dan Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Diana Kusumastuti, meninjau bakal fasilitas observasi dan isolasi penyakit menular di Eks Kamp Vietnam, Pulau Galang, Kepulauan Riau, Senin (9/3/2020). Kompas.com/Hilda B AlexanderMenteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Dirjen Cipta Karya Danis H Sumadilaga dan Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Diana Kusumastuti, meninjau bakal fasilitas observasi dan isolasi penyakit menular di Eks Kamp Vietnam, Pulau Galang, Kepulauan Riau, Senin (9/3/2020).

"Kalau di Pulau Galang lebih terfokus, khusus untuk observasi, jadi kita tidak bingung lagi mau di mana pasien dikarantina, kita sudah punya. Karena apa? ke depan kita gak tahu, ini bukan cuma Covid-19, tapi menyiapkan untuk penyakit menular lainnya termasuk jika ada SARS, atau MERS," ungkap Basuki.

Selain membangun fasilitas observasi dan isolasi baru, Kementerian PUPR juga merehabilitasi fasilitas eksisting lainnya yang ada di eks Kompleks Kamp Pengungsi Vietnam seluas 80 hektar tersebut.

Di antaranya adalah rumah sakit, dapur, pos keamanan, dan tempat cuci. Bangunan eksisting tersebut secara struktur masih dapat dimanfaatkan karena terbuat dari baja, dan dinding asbes.

"Pekerjaan rehabilitasi tinggal pada plafon dan kusen kayu karena sudah lapuk. Akan kita ganti," imbuh Basuki.

Rencananya, bangunan-bangunan tersebut akan difungsikan untuk mendukung fasilitas administrasi dan isolasi yakni tenaga administrasi, dokter, tenaga medis, dapur, dan cuci pakaian.

Adapun terkait pemenuhan kebutuhan air baku, akan diambil dari Waduk Rempang dengan pasokan 5 liter per detik, yang ditambah dengan Embung Eksisting Kamp Vietnam berkapasitas 230 meter kubik per detik.

Sedangkan untuk kebutuhan energi didukung oleh PLN Cabang Pulau Galang yang dalam dua hari ditargetkan selesai pemasangan instalasi jaringan.

Kemudian, untuk pengendalian sampah padat dan cair akan dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Insinerator.

Untuk dua fasilitas ini, Kementerian PUPR akan bekerja sama dengan Kementeriaan Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Dalam merealisasikan pembangunan fasilitas observasi dan isolasi pengendalian penyakit menular dan rehabilitasi bangunan pendukungnya, Kementerian PUPR menunjuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai pelaksana konstruksi dengan anggaran mencapai Rp 400 miliar.

Seluruh pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam satu bulan dan beroperasi akhir 31 Maret 2020.

 

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X