10 Contoh Taman Vertikal Bikin Rumah Lebih Segar

Kompas.com - 08/03/2020, 07:00 WIB
Vertical garden di sekitar kolam renang, karya Aditya Wijaya
www.arsitag.comVertical garden di sekitar kolam renang, karya Aditya Wijaya

KOMPAS.com - Dewasa kini, konsep vertical garden atau “dinding hidup” semakin digandrungi, baik untuk perkantoran atau rumah tinggal.

Konsep ini awalnya menjadi solusi untuk mengatasi lahan terbatas. Namun seiring waktu, dinding hidup menjadi suatu tren universal untuk menghadirkan keindahan pada suatu bangunan.

Menerapkan konsep dinding hidup turut menjadi alternatif terbaik untuk memberi kesegaran pada hunian.

Apalagi, dinding hidup tidak hanya bisa diaplikasikan di luar ruangan atau taman, tetapi juga bisa di dalam rumah.

Ini artinya, dinding hidup menjadi elemen interior yang multimanfaat, yaitu cantik dan segar.

Jika berencana membuat dinding hidup di rumah idaman Anda, berikut 10 inspirasi untuk Anda coba.

1. Lukisan dari Tanaman

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menyukai lukisan? Bisa jadi Anda akan menyukai tanaman dinding berkonsep lukisan.

Bukan sekadar lukisan bergambar tanaman, tetapi lukisan yang terbentuk dari susunan tanaman beraneka tekstur, ukuran, dan warna.

Ini adalah contoh dinding hidup yang bisa menghadirkan nuansa mewah pada rumah.

2. Dinding Hidup di Kolam Renang

Vertical garden menyegarkan area kolam renang, karya Aditya Wijayawww.arsitag.com Vertical garden menyegarkan area kolam renang, karya Aditya Wijaya
Menghadirkan suasana tropis di kolam renang umumnya melalui penanaman tanaman tinggi atau lebat di pinggir kolam.

Namun, jika lahan Anda tidak memungkinkan, saat yang tepat menggunakan konsep dinding hidup.

Tanaman yang tersusun secara vertikal ini tidak hanya menghadirkan suasana tropis, tetapi
juga menjadi latar yang estetik untuk kolam renang.

3. Ornamen Dinding Hidup

Desain vertical garden dengan lubang-lubang di dinding, karya ARCHID Design & Build www.arsitag.com Desain vertical garden dengan lubang-lubang di dinding, karya ARCHID Design & Build
Tidak melulu harus penuh dengan tanaman, kreasi dinding hidup karya Archid Design & Build mencetuskan ide yang sangat menarik untuk dicontoh.

Hiasi dinding dengan beberapa lubang untuk tanam, baik secara acak atau teratur.

Kemudian, isilah ruang tanam dengan aneka tumbuh-tumbuhan sehingga tampil sebagai elemen ornamental yang mempercantik dinding.

4. Sederhana dengan Susunan Pot

Vertical garden menggunakan jejeran pot, karya Sigit.kusumawijayawww.arsitag.com Vertical garden menggunakan jejeran pot, karya Sigit.kusumawijaya
Jika ingin yang lebih sederhana, kreasikan dinding hidup menggunakan susunan pot bertingkat.

Pot tanaman cukup diletakkan pada rangka susun vertikal yang sudah disiapkan. Agar terlihat rimbun, sebaiknya memilih jenis tanaman dengan daun lebar atau panjang menjuntai.

Variasi jenis tanaman pun diperlukan agar dinding hidup sederhana tampak lebih semarak.

5. Dinding Hidup dan Bata Ekspos

Mengaplikasikan dinding bata ekspos berpadu dengan dinding hidup adalah cara menarik berikutnya.

Hal ini lantaran warna merah bata dan pola susunannya akan menjadi pendamping yang cocok untuk mendukung tampilan warna dan tekstur tanaman dari dinding hidup.

Manfaat ekstranya, membuat kesan masif dari bata menjadi lebih lunak.

6. Perpaduan Dinding Hidup dan Kayu

Mungkin Anda menganggap dinding semen terlalu membosankan. Untuk tampilan beda, coba melapisi dinding dengan kayu disertai pemasangan tanaman hidup.

Perpaduan kayu dan dinding hidup efektif mempertegas nuansa alami. Selamat menikmati tampilan rumah yang cantik dan segar!

7. Kreasi Jendela Kayu Bekas untuk Dinding Hidup

Jika Anda memiliki jendela kayu berkisi-kisi yang tidak terpakai lagi, tak ada salahnya untuk dimanfaatkan sebagai dinding hidup.

Cukup diberi lapisan di bagian belakang, jendela tersebut siap diisi dengan media tanam seperti tanah dan sabut kelapa.

Sisipkan tanaman di sela kisi-kisi jendela dengan bagian akarnya menembus ke media tanam di belakang.

Tunggu beberapa hari sampai tanaman cukup kokoh untuk kemudian siap dipajang secara vertikal.

8. Tanaman Sayur untuk Dinding Hidup di Dapur

Pernah terpikirkan untuk menanam sayuran sendiri di dalam dapur? Bukan hal yang mustahil apabila Anda mencoba konsep dinding hidup yang satu ini.

Beberapa sayuran atau rempah daun cukup ditanam pada media vertikal yang terbuat dari
kayu kokoh.

Perhatikan akses sumber cahaya yang cukup serta media tanam indoor.

Selain bermanfaat menjaga kesegaran sayur dan rempah yang akan diolah, metode ini juga akan membuat tampilan dapur lebih memukau.

9. Dinding Hidup di Sudut Luar Bangunan

Tips unik berikutnya bisa Anda coba untuk tampilan outdoor yang memukau.

Terapkan dinding hidup di sudut siku luar dari bangunan rumah, sehingga bisa dilihat dari berbagai sisi.

Tak hanya cantik dan segar, pengaplikasian dinding hidup seperti ini membuat tampilan rumah Anda lebih unik dan berkarakter.

Menjadi ciri khas yang memudahkan orang untuk mencari lokasi rumah Anda.

10. Dinding Hidup dari Bingkai Sukulen

Bingkai yang biasanya diisi dengan foto, kini bisa dikreasikan dengan tanaman. Pilihan tanaman sukulen sangat tepat, karena tanaman ini mampu hidup di dalam ruangan.

Selain itu, sukulen juga tidak membutuhkan banyak air sehingga tidak mudah kotor. Apalagi, tanaman sukulen memiliki banyak jenis.

Mengkreasikan beberapa jenis sukulen akan membuat tampilan dinding hidup lebih semarak.

Manfaatkan beragam kreasi di atas untuk merealisasikan tanaman vertikal di rumah Anda.

Hidupkan suasana alami di rumah, meskipun mengalami keterbatasan lahan. Pastikan Anda memahami prosedur khusus pengaplikasian tanaman di dinding.

Bila perlu, hubungi penyedia jasa yang ahli. Hadirkan tanaman hidup di dinding sebagai dekorasi kekinian dan anti ketinggalan zaman.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X