Mengapa Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru Dihentikan Sekarang?

Kompas.com - 02/03/2020, 14:36 WIB
Proses pemulihan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terhadap kerusakan akses Jalan Tol jakarta-Cikampek KM+4 Cipinang Melayu. Dokumentasi KCICProses pemulihan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terhadap kerusakan akses Jalan Tol jakarta-Cikampek KM+4 Cipinang Melayu.

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi sebagai Pembina Jasa Konstruksi & Pembina Komite Keselamatan Konstruksi menghentikan "sementara" proyek Kereta Cepat akarta-Bandung (KCJB) selama 2 minggu dimulai 2 Maret 2020.

Hal ini disampaikan Plt. Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR RI kepada PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) sehubungan adanya dampak buruk proses konstruksi terhadap pelayanan transportasi masyarakat secara khusus Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Baca juga: 6 Kesalahan KCIC Bikin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dihentikan Sementara

Beberapa alasan penting hal ini yang dikumpulkan dari beberapa sumber yang bermula dari Kementerian PUPR yaitu;

1. Proses konstruksi kurang memperhatikan kelancaran akses keluar-masuk jalan tol
2. Sistem "Procurement" yang buruk, terdapat penumpukan material di beberapa bagian bahu jalan mengganggu pengguna jalan, dan kebersihan juga buruk. Hal ini dapat berdampak kepada kenyamanan maupun juga keselamatan pengguna jalan.
3. Adanya "genangan air" di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, akibat proses kontruksi sehingga mengakibatkan kemacetan.
4. Sistem "drainase" yang buruk di sekitar lokasi konstruksi yang berdampak banjir.
5. Adanya "pembangunan pilar" yang dikerjakan kontraktor di Km 3+500 tanpa izin. Hal ini berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
6. "Pelaksanaan K3, keselamatan lingkungan, dan juga keselamatan publik"  belum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Proyek KCJB dirancang sepanjang 142,3 kilometer ini diperkirakan dapat ditempuh dalam 46 menit. Melayani 4 stasiun yaitu, Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar, tidak akan kompromi terhadap aspek keselamatan konstruksi sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 21/PRT/M/2019.

Baca juga: Ahli: Daripada Ngawur Terus, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sebaiknya Distop

Dari sejumlah alasan di atas, saya berpendapat:

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang harus terwujud sempurna bagi kepentingan masyarakat. Dalam hal ini saya mendorong semua pihak yang terlibat agar proyek Kereta Cepat ini dapat diselesaikan sempurna.

Dari perspektif Manajemen Konstruksi, apa yang dilakukan Pemerintah untuk menghentikan sementara adalah usaha "pengendalian" proyek.

Pertanyaannya, mengapa baru sekarang pengendalian tegas dilakukan, sementara jika kita cermati sejak 1 Januari 2020 sampai 25 Februari 2020 terjadi genangan air yang tidak berhenti. Dampaknya merugikan masyarakat dan pengguna jalan.

Penghentian sementara proyek KCJB dapat ditujukan untuk menertibkan para Penerima Jasa dalam hal ini Kontraktor maupun Konsultan. Cek benar kontraknya. Apa hak dan tanggung jawab para penerima jasa? Apakah para penerima jasa profesional?

Untuk proyek konstruksi khususnya PSN harus memiliki studi kelayakan atau feasibility study. Apakah studi kelayakan KCJB sudah mempersiapkan proyek ini terhadap potensi bencana (alam, sosial), risiko konstruksi internal maupun eksternal (proyek eksisting lainnya)?

Apakah "data lingkungan" tersedia lengkap untuk mencermati berbagai potensi risiko dan bencana yang dapat terjadi?

Masyarakat akan mengawal 2 minggu mendatang terhadap hasil evaluasi penghentian sementara proyek KCJB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Crown Group Raup Rp 65 Miliar dari Penjualan Apartemen Artis

Crown Group Raup Rp 65 Miliar dari Penjualan Apartemen Artis

Apartemen
[POPULER PROPERTI] Komisi III DPRD Bandar Lampung Bakal Panggil Ciputra Group

[POPULER PROPERTI] Komisi III DPRD Bandar Lampung Bakal Panggil Ciputra Group

Berita
Tarif Tol BORR Simpang Yasmin-Semplak Naik Mulai 30 Januari

Tarif Tol BORR Simpang Yasmin-Semplak Naik Mulai 30 Januari

Berita
Hingga Januari, Indonesia Punya 2.342 Kilometer Jalan Tol Operasional

Hingga Januari, Indonesia Punya 2.342 Kilometer Jalan Tol Operasional

Berita
Pemerintah Ungkap Divestasi 9 Ruas Tol karena Waskita Kesulitan Likuiditas

Pemerintah Ungkap Divestasi 9 Ruas Tol karena Waskita Kesulitan Likuiditas

Berita
Bel Rumah Pintar, Cegah Tamu Tak Diundang

Bel Rumah Pintar, Cegah Tamu Tak Diundang

Arsitektur
Bongkar Muat Peti Kemas Dongkrak Bisnis Pelindo 1 Sepanjang 2020

Bongkar Muat Peti Kemas Dongkrak Bisnis Pelindo 1 Sepanjang 2020

Kawasan Terpadu
Jaringan Ritel Keramik Malaysia Buka Gerai Pertama di Indonesia

Jaringan Ritel Keramik Malaysia Buka Gerai Pertama di Indonesia

Ritel
Sungai Cakung Direstorasi, Biayanya Ditanggung Pengembang Grand Kota Bintang

Sungai Cakung Direstorasi, Biayanya Ditanggung Pengembang Grand Kota Bintang

Berita
Basuki Ancam Bongkar Grand Kota Bintang jika Pengembang Langgar Tata Ruang

Basuki Ancam Bongkar Grand Kota Bintang jika Pengembang Langgar Tata Ruang

Perumahan
Pemerintah Siapkan Rp 51,35 Triliun Bangun Jalan dan Jembatan

Pemerintah Siapkan Rp 51,35 Triliun Bangun Jalan dan Jembatan

Berita
Bikin Banjir Underpass Kalimalang, Pengembang Grand Kota Bintang Kena Sanksi Restoratif

Bikin Banjir Underpass Kalimalang, Pengembang Grand Kota Bintang Kena Sanksi Restoratif

Berita
Roatex Hongaria Keluar sebagai Pemenang Tender Transaksi Tol Berbasis MLFF

Roatex Hongaria Keluar sebagai Pemenang Tender Transaksi Tol Berbasis MLFF

Berita
Sepanjang 2020, Jalan Tol Terbangun di Indonesia Capai 246 Kilometer

Sepanjang 2020, Jalan Tol Terbangun di Indonesia Capai 246 Kilometer

Berita
'Gunung Dikeruk, Lembah Ditimbun, Tak Ada Resapan Air, Kami Akan Panggil Ciputra Group'

"Gunung Dikeruk, Lembah Ditimbun, Tak Ada Resapan Air, Kami Akan Panggil Ciputra Group"

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X