Masuk 5 Besar, Ritel Indonesia Diprediksi Stabil

Kompas.com - 13/02/2020, 20:52 WIB
Mal. www.shutterstock.comMal.

"Pengembangan ekonomi dan kebijakan perdagangan masih merupakan faktor terbesar dalam membentuk pertumbuhan ritel global di pasar konsumen," tulis AT Kearney.

Stabil

Stabilitas sektor ritel Indonesia juga dikuatkan laporan riset Cushman and Wakefield Indonesia.

Segmen kuliner atau F&B baik waralaba internasional, nasional, maupun lokal, masih akan menjadi pendorong utama aktivitas ritel.

"Konsep grab and go, akan menjadi favorit pada tahun 2020," ujar Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief N Rahardjo.

Demikian halnya dengan peritel busana siap pakai seperti Uniqlo, H&M, dan lain-lain, juga akan melanjutkan ekspansinya tahun ini.

Hal ini memengaruhi stabilitas harga sewa dan biaya pemeliharaan pusat belanja. Cushman and Wakefield Indonesia melaporkan, harga sewa akan berada pada posisi Rp 450.300 atau tumbuh tipis 2,3 persen secara tahunan, dan biaya pemeliharaan sekutar Rp 129.800 per meter persegi per bulan atau naik 2,2 persen.

Sementara pasokan baru terbesar masih berasal dari ritel sewa, dengan rincian 246.500 meter persegi di Jakarta, dan 188.900 meter persegi berada di kawasan Debotabek.

"Pengaruh positif ekspansifnya peritel kuliner dan fast fashion retail, menjadikan tingkat hunian naik menjadi 81,4 persen di Jakarta, dan Debotabek menjadi 81,4 persen," tuntas Arief.

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X