Terjangkit Corona, Bagaimana Nasib Pencakar Langit di Wuhan?

Kompas.com - 26/01/2020, 15:27 WIB
Wuhan Greeland Center www.scmp.comWuhan Greeland Center

Jangankan di kota-kota tersebut, Ping An International Finance Center di Shenzhen saja mencatat tingkat kekosongan 30 persen.

Padahal, pencakar langit berlantai 110 lantai ini merupakan tertinggi keempat di dunia, yang dibangun dengan biaya 1,5 miliar dolar AS atau ekuivalen Rp 20,3 triliun!

Nasib Wuhan Setelah Corona

Wuhan adalah salah satu kota yang menunjukkan pertumbuhan paling pesat. Termasuk pembangunan pencakar langitnya.

Namun, kota yang berbatasan dengan Sungai Yangtze ini justru dianggap para pengamat telah mencapai batasnya.

Melansir Financial Times, hal ini karena mundurnya penyelesaian Wuhan Greenland Center yang digadang-gadang bakal menjadi tertinggi di China.

Gedung ini dirancang setinggi 636 meter dengan ongkos konstruksi 4,27 miliar dollar AS atau Rp 57,9 triliun.

Pengembangnya, Greenland Holdings yang berbasis di Shanghai, telah memangkas ketinggian gedung ini menjadi kurang dari 500 meter.

Tak disebutkan alasan pemangkasan ketinggian gedung ini, apakah karena ada batas Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), atau pembengkakan biaya.

Perubahan-perubahan ini menyebabkan biaya tambahan untuk desain struktural asli serta perubahan drastis pada penampilan puncaknya.

Dalam pengamatan Financial Times, crane-crane proyek Wuhan Greenland Center berhenti bergerak. Menyusul kontraktor utamanya, China State Construction memutuskan untuk menarik semua pekerjanya.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X