Jokowi Sebut Investor Uni Arab Emirat Bakal Tanam Modal di Labuan Bajo

Kompas.com - 20/01/2020, 16:52 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi dan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga meninjau Creative Hub Puncak Waringin, di Labuan Bajo, NTT, Senin (20/1/2020). Hilda B Alexander/Kompas.comPresiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi dan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga meninjau Creative Hub Puncak Waringin, di Labuan Bajo, NTT, Senin (20/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan empat investor dalam negeri dan mancanegara yang tertarik menanamkan modalnya di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Keempat investor tersebut, sudah memberikan lampu hijau (komitmen). Hanya, Jokowi belum bisa menyebut nama karena belum ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

"Satu di antaranya ada yang berasal dari Uni Arab Emirat (UAE)," sebut Jokowi saat meninjau Pusat Industri Kreatif (creative hub) Puncak Waringin, Labuan Bajo, Senin (20/1/2020).

Untuk menarik lebih banyak lagi investor, menurut Jokowi, Pemerintah terus melakukan percepatan pengembangan KSPN Super Prioritas Labuan Bajo.

Baca juga: Menteri Basuki Pastikan KSPN Super Prioritas Labuan Bajo Tuntas 2020

Di antaranya adalah pembangunan Pelabuhan Wae Kelambu, perluasan Bandar Udara Komodo, revitalisasi kawasan Marina, dan penataan Goa Cermin.

Menara pandang Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT.Hilda B Alexander/Kompas.com Menara pandang Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT.
Penataan dan pengembangan tersebut juga termasuk city walk, plaza, dan amphitheater yang dirancang menjadi ruang publik bagi wisatawan untuk menikmati panorama Labuan Bajo saat pagi dan senja hari.

"Landscape-landscape dari kota ini juga akan diubah dengan diperbanyak taman-taman, dan bunga-bunga flamboyan atau bougenville. Ini semuanya akan berubah," kata Jokowi.

Saat ini, progres seluruh pekerjaan pengembangan dan penataan kawasan dinilai tepat waktu, sehingga dapat beroperasi sepenuhnya pada Desember 2020.

Termasuk Pusat Industri Kreatif Puncak Waringin yang akan diisi usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan produk dan brand terkait pariwisata yang dikemas menarik.

Dengan creative hub ini, produk dan brand UMKM Labuan Bajo akan semakin dikenal masyarakat dan wisatawan.

Infrastruktur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meninjau Pusat Industri Kreatif Puncak Waringin, di Labuan Bajo, NTT, Senin (20/1/2020).Hilda B Alexander/Kompas.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meninjau Pusat Industri Kreatif Puncak Waringin, di Labuan Bajo, NTT, Senin (20/1/2020).
Ada pun penataan dan pengembangan KSPN Super Prioritas Labuan Bajo yang terkait dengan infrastruktur konektivitas, sumber daya air, perumahan dan permukiman, dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total anggaran Rp 979 miliar.

Rinciannya adalah sebagai berikut: Bidang Cipta Karya menyangkut penataan kawasan Pantai Marina-Bukit Pramuka Rp 150 miliar, pengembangan kawasan Batu Cermin Rp 42 miliar, penataan kawasan Puncak Waringin pembangunan tahap II Rp 20 miliar, pembangunan IPLT untuk 13.500 KK Rp 8 miliar, dan pembangunan fasilitas penunjang wisata Pulau Rinca dan Pulau Komodo Rp 20 miliar.

Baca juga: Labuan Bajo, Waterfront City Kelas Dunia Pertama di Indonesia

Kemudian bidang SDA mencakup pengendalian banjir Sungai Waemase Rp 5 miliar (tahap desain), penyediaan air baku untuk kegiatan survei, investigasi dan desain Rp 2 miliar, serta penataan dermaga Pulau Rinca dan Loh Buaya Rp 56,5 miliar.

Sementara bidang Bina Marga meliputi preservasi jalan Labuan Bajo-Malwatar 65,67 kilometer senilai Rp 58,1 miliar, pembangunan jalan Labuan Bajo-Terang-Pelabuhan Bari 9,14 kilometer sejumlah Rp 33,4 miliar, dan pelebaran jalan menuju standar ruas jalan Labuan Bajo-Malwatar 5 kilometer dengan anggaran Rp 30,3 miliar.

Panorama mentari tenggelam di Labuan Bajo, NTT.Hilda B Alexander/Kompas.com Panorama mentari tenggelam di Labuan Bajo, NTT.
Selanjutnya peningkatan jalan dan penataan trotoar dan drainase dalam kota Labuan Bajo 13,88 kilometer senilai Rp 90,28 miliar, peningkatan jalan dan penataan trotoar, serta drainase kawasan pariwisata Batu Cermin 3,34 kilometer dengan anggaran Rp 25 miliar, dan peningkatan jalan kawasan pariwisata Waecicu 6,6 kilometer dengan dana Rp 49,5 miliar.

Berikutnya pembangunan jalan akses Pelabuhan Peti Kemas Nanga Bido 3,2 kilometer dengan anggaran Rp 32 miliar, pembangunan Jembatan Nanga Nae 210 kilometer senilai Rp 84 miliar, dan pembangunan Jembatan Nanga Bido 40 meter Rp 16 miliar.

Sedangkan bidang perumahan menyangkut pembangunan rumah swadaya 500 unit dengan anggaran Rp 18,7 miliar, peningkatan kualitas rumah swadaya 3.000 unit sejumlah Rp 60,2 miliar, dan pembangunan baru rumah swadaya pariwisata 315 unit senilai Rp 25,2 miliar.

Jokowi mengharapkan, seluruh penataan dan pengembangan KSPN Super Prioritas Labuan Bajo rampung seluruhnya pada Desember 2020.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X