Jokowi Sebut Investor Uni Arab Emirat Bakal Tanam Modal di Labuan Bajo

Kompas.com - 20/01/2020, 16:52 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meninjau Pusat Industri Kreatif Puncak Waringin, di Labuan Bajo, NTT, Senin (20/1/2020). Hilda B Alexander/Kompas.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meninjau Pusat Industri Kreatif Puncak Waringin, di Labuan Bajo, NTT, Senin (20/1/2020).

Infrastruktur

Ada pun penataan dan pengembangan KSPN Super Prioritas Labuan Bajo yang terkait dengan infrastruktur konektivitas, sumber daya air, perumahan dan permukiman, dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total anggaran Rp 979 miliar.

Rinciannya adalah sebagai berikut: Bidang Cipta Karya menyangkut penataan kawasan Pantai Marina-Bukit Pramuka Rp 150 miliar, pengembangan kawasan Batu Cermin Rp 42 miliar, penataan kawasan Puncak Waringin pembangunan tahap II Rp 20 miliar, pembangunan IPLT untuk 13.500 KK Rp 8 miliar, dan pembangunan fasilitas penunjang wisata Pulau Rinca dan Pulau Komodo Rp 20 miliar.

Baca juga: Labuan Bajo, Waterfront City Kelas Dunia Pertama di Indonesia

Kemudian bidang SDA mencakup pengendalian banjir Sungai Waemase Rp 5 miliar (tahap desain), penyediaan air baku untuk kegiatan survei, investigasi dan desain Rp 2 miliar, serta penataan dermaga Pulau Rinca dan Loh Buaya Rp 56,5 miliar.

Sementara bidang Bina Marga meliputi preservasi jalan Labuan Bajo-Malwatar 65,67 kilometer senilai Rp 58,1 miliar, pembangunan jalan Labuan Bajo-Terang-Pelabuhan Bari 9,14 kilometer sejumlah Rp 33,4 miliar, dan pelebaran jalan menuju standar ruas jalan Labuan Bajo-Malwatar 5 kilometer dengan anggaran Rp 30,3 miliar.

Panorama mentari tenggelam di Labuan Bajo, NTT.Hilda B Alexander/Kompas.com Panorama mentari tenggelam di Labuan Bajo, NTT.
Selanjutnya peningkatan jalan dan penataan trotoar dan drainase dalam kota Labuan Bajo 13,88 kilometer senilai Rp 90,28 miliar, peningkatan jalan dan penataan trotoar, serta drainase kawasan pariwisata Batu Cermin 3,34 kilometer dengan anggaran Rp 25 miliar, dan peningkatan jalan kawasan pariwisata Waecicu 6,6 kilometer dengan dana Rp 49,5 miliar.

Berikutnya pembangunan jalan akses Pelabuhan Peti Kemas Nanga Bido 3,2 kilometer dengan anggaran Rp 32 miliar, pembangunan Jembatan Nanga Nae 210 kilometer senilai Rp 84 miliar, dan pembangunan Jembatan Nanga Bido 40 meter Rp 16 miliar.

Sedangkan bidang perumahan menyangkut pembangunan rumah swadaya 500 unit dengan anggaran Rp 18,7 miliar, peningkatan kualitas rumah swadaya 3.000 unit sejumlah Rp 60,2 miliar, dan pembangunan baru rumah swadaya pariwisata 315 unit senilai Rp 25,2 miliar.

Jokowi mengharapkan, seluruh penataan dan pengembangan KSPN Super Prioritas Labuan Bajo rampung seluruhnya pada Desember 2020.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X