MUI Angkat Suara Terkait Ustadz yang "Terseret" Rumah Syariah Bodong

Kompas.com - 09/01/2020, 20:44 WIB
Ilustrasi. shutterstock Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penipuan berkedok perumahan syariah, Multazam Islamic Residence, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah menyeret nama Yusuf Mansur.

Dia dikenal publik sebagai pemuka agama (ustadz) yang giat berbisnis dengan mengusung konsep syariah.

Multazam Islamic Residence dikembangkan oleh PT Cahaya Mentari Pratama yang dipimpin oleh Sidik Sarjono. Sidik sendiri telah ditangkap Polrestabes Surabaya.

Seorang korban penipuan bernama Diah menuturkan, dia tertarik membeli rumah karena tergiur iklan serta konsep properti tanpa riba.

Baca juga: Lagi, Perumahan Berkedok Syariah Fiktif Kerugian Rp 1 Triliun

Menurut Diah, dalam salah satu brosur dan poster promosinya, tersangka mencantumkan foto Yusuf Mansur.

"Pada 2017, pengembang menyewa gedung Jatim Expo satu hall itu. Tapi Ustadz Yusuf Mansur tidak datang, katanya berhalangan," sebut Diah.

Diah membeli satu kavling tanah berukuran 6 x 15 meter dengan harga Rp 123 juta. Dia mengaku sudah melunasi pembayaran itu sejak tahun 2017 lalu.

"Kok tau-tau sudah ada dengar kalau kami ditipu," ucap Diah.

Menanggapi kasus ini, Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Nadjamuddin Ramly memastikan Yusuf Mansur tidak terlibat.

Baca juga: MUI Akui Masyarakat Cepat Tergoda dengan Produk Berlabel Syariah

Namun, Nadjamuddin mengakui bahwa Yusuf Mansur memang sangat gencar menyosialisasikan bisnis berkonsep syariah.

Mulai dari pelayanan haji dan umrah, bisnis makanan dan minuman, hingga investasi keuangan yang seluruhnya berkonsep syariah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X