Cara Menghindari Penipuan Berkedok Rumah Syariah

Kompas.com - 18/12/2019, 07:00 WIB
Jejak pembangunan perumahan syariah Pesona Darussalam Residence hanya tersisa siring (selokan) yang dibangun setelah land clearing pada 2014 lalu. Perumahan syariah yang dikembangkan PT ARM Citra Mulia ini diduga penipuan berkedok perumahan syariah. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAJejak pembangunan perumahan syariah Pesona Darussalam Residence hanya tersisa siring (selokan) yang dibangun setelah land clearing pada 2014 lalu. Perumahan syariah yang dikembangkan PT ARM Citra Mulia ini diduga penipuan berkedok perumahan syariah.

Selanjutnya, calon pembeli rumah memastikan adanya dukungan pendanaan dari perbankan. Khalawi menekankan hal ini agar konsumen tidak mudah tergiur dengan harga properti murah.

"Jangan mudah tergiur rumah dengan harga murah," kata dia.

Tak kalah penting, sebelum memutuskan untuk membeli hunian, konsumen juga harus mencari tahu apakah developer tersebut merupakan anggota dari perhimpunan perumahan.

Di Indonesia sendiri ada beberapa asosiasi khusus untuk pengembang properti di antaranya Real Estat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERA), Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (APERNAS), dan perkumpulan lainnya.

Terakhir, dia menyarankan masyarakat mencari tahu lebh lanjut produk yang akan dipilih. Menurut Khalawi, jika hunian yang akan dibeli merupakan rumah subsidi, maka uang muka yang diberikan hanya 1 persen.

"Dan ada subsidi uang muka dari pemerintah Rp 4 juta, serta subsidi selisih bunga 5 persen," tutur Khalawi.

Baca juga: Penipuan Properti Syariah, YLKI: Cabut Izin Usaha Pengembangnya

Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Totok Lusida menilai, kasus tersebut terjadi karena pengembang perumahan syariah belum menerapkan kontrol ketat kepada calon konsumen.

"Karena belum ada yang kontrol soal reward and punishment-nya," ujar Totok.

Padahal menurutnya, kedua hal tersebut merupakan unsur penting dalam berbisnis. Untuk itu, ia mengimbau calon pembeli juga memeriksa kredibilitas dan rekam jejak developer.

Tak hanya itu, masyarakat disarankan untuk mengecek kepemilikan lahan sebelum memutuskan membeli properti. Ini dilakukan guna memastikan tanah yang akan dibangun sesuai dengan peruntukannya.

"Berdasarkan pengalaman selama ini tanahnya itu peruntukannya hijau untuk persawahan, padahal orang sudah ngangsur semua, dia sudah belikan untuk tanah," ucap Totok.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X