Kisah Pelaku Pertama Bisnis Wisata di Surga Dunia Bernama Maladewa

Kompas.com - 15/12/2019, 15:00 WIB
Pada tingkat paling atas terbuat dari dinidng kaca yang menawarkan pemandangan ombak, dermaga pribadi, kolam, serta dek kecil. Conrad MaldivesPada tingkat paling atas terbuat dari dinidng kaca yang menawarkan pemandangan ombak, dermaga pribadi, kolam, serta dek kecil.

"Saya bekerja untuk sebuah perusahaan perjalanan Skandinavia dan saya melihat potensi masa depan karena sangat unik," ujar Petre.

Menurutnya, sebelum bertandang ke tempat ini, Petre telah mengunjungi beberapa tempat seperti Kepulauan Fiji yang berada di tengah Samudera Pasifik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sensasi The Muraka, Vila Bawah Laut Maladewa

Namun Petre beranggapan Maladewa menawarkan keindahan panorama yang berbeda.

"Sebelum saya datang ke sini, saya sudah berada di Pasifik Selatan, di Fiji, tetapi tidak ada yang seperti Maladewa. Alam, geografi, dan iklim sangat sempurna," tutur dia.

Setelah terpukau dengan kondisi alamnya, Petre memutuskan untuk membuka resor di Maladewa.

Selang tiga tahun berikutnya, tepatnya pada Desember 1985, Petre membuka resor pertamanya, Kuredu.

"Ketika saya datang, mungkin ada 15 resor di seluruh negeri dan hari ini ada 150. Ini benar-benar telah berubah. Ketika kami mulai pada tahun 1988, kami adalah satu-satunya resor di atol ini (Lhaviyani Atoll). Tidak ada orang di utara kami," ucap Petre.

Namun pembukaan resor pertamanya hanya berselang satu bulan dari kudeta di negara tersebut. Kondisi ini praktis membuat suasana politik di Maladewa menjadi panas.

Petre menuturkan, kudeta yang dirancang oleh pengusaha setempat pun gagal. Kejadian tersebut membuat Pemerintah India mengirimkan 3.000 penerjun payung ke Maladewa.

Kala itu, salah seorang tentara bayaran melarikan diri menggunakan sebuah kapal, yang pada akhirnya ditenggelamkan oleh Angkatan Laut India.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.