SMF dan BTN Terbitkan EBA-SP SMF-BTN05 Senilai Rp 2 Triliun

Kompas.com - 04/12/2019, 09:07 WIB
Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo Dokumentasi SMFDirektur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF secara resmi mencatatkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP SMF-BTN05) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/12/2019).

Hal ini menyusul rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), setelah dicatatkan di tempat yang sama pada 28 November 2019.

Pencatatan EBA-SP SMF-BTN05 tersebut merupakan hasil kerja sama sekuritisasi aset KPR senilai Rp 2 triliun antara SMF dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

EBA-SP tersebut terdiri dari kelas A, kelas M dan kelas B. Kelas A ditawarkan melalui penawaran umum yang mencakup seri A1 dan A2.

Kelas A seri A1 dengan tenor Weighted Average Life/WAL (rata-rata tertimbang jatuh tempo) 3 tahun ditawarkan dengan nominal Rp 574 miliar (28,70 persen dari jumlah total tagihan) dengan tingkat bunga tetap 8,50 persen per tahun.

Baca juga: SMF Terbitkan Surat Berharga Komersial Pertama di Indonesia

Sementara, Kelas A seri A2 dengan tenor WAL 5 tahun ditawarkan dengan nominal Rp 1,142 triliun (57,10 persen dari jumlah kumpulan tagihan) dengan tingkat bunga tetap 8,75 persen.

Adapun kelas M & Kelas B dengan total nominal Rp 284 miliar (14,2 persen dari jumlah kumpulan tagihan) ditawarkan secara terbatas.

Pada transaksi tersebut, SMF berperan sebagai penerbit, arranger, dan pendukung kredit. Sedangkan BTN berperan sebagai kreditur asal, dan penyedia jasa (servicer), serta Bank BRI sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian.

Pembelian kumpulan tagihan KPR

Rencananya, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum EBA SP SMF-BTN 05 ini akan digunakan untuk melakukan pembelian Kumpulan Tagihan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) BTN yang terpilih berdasarkan 32 kriteria seleksi dalam jumlah Rp 2 triliun.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, transaksi ini merupakan upaya SMF dalam menciptakan perluasan pasar di Pasar Modal.

Baca juga: SMF-Kementerian PUPR Perbaiki Rumah Tidak Layak Huni

"EBA-SP menjadi diversifikasi investasi bagi para pemodal, menyediakan dana jangka panjang bagi penyalur KPR, yang merupakan mitigasi atas risiko maturity mismatch,” kata Ananta.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X