[POPULAR PROPERTI] Kasus Robert Tjandra dan Developer Syariah Penipu

Kompas.com - 04/12/2019, 07:00 WIB
Robert Arianto Tjandra (TODAY file photoRobert Arianto Tjandra

Kendati kasus kecelakaan konstruksi kerap terjadi, namun hingga kini, sanksi yang diberikan masih bersifat administratif. 

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanuddin mengatakan, setiap permasalahan konstruksi memiliki penanganan yang berbeda, termasuk dalam pemberian sanksi.

"Sanksi pencopotan mulai dari direksi sampai ke tukang. Bahkan ada yang masuk di ranah hukum aparat," ucap Syarief menjawab Kompas.com, Selasa (3/12/2019).

Lebih jauh, Anda bisa membaca tautan ini: Penanganan Berbeda Kasus Kecelakaan Konstruksi di Singapura dan Indonesia

Berita terpopular keempat adalah sepak terjang PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika yang sukses mendapatkan kontrak kerja senilai Rp 3,9 triliun atau 250 juta dollar AS di Senegal, Afrika Barat.

Penetrasi Wika di benua hitam tersebut terkait mega proyek multifungsi bertajuk Goree Tower yang mencakup hotel bintang lima, perkantoran, apartemen, dan pusat belanja.

Berita selengkapnya ada pada link ini: Wika Garap Mega Proyek Rp 3,9 Triliun di Senegal

Artikel terpopuler terakhir adalah mengenai pengembang properti syariah yang menipu 11 warga Lampung.

Berkedok sistem syariah, PT ARM Citra Mulia membawa lari uang konsumen dan menggunakannya untuk pembebasan lahan di sejumlah proyek di Bogor, Bekasi, Bandung, dan Lampung.

Setelah ditelusuri, PT ARM Citra Mulia tidak terdaftar di Sistem Registrasi Pengembang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (SIRENG-PUPR).

Lebih rinci, Anda bisa membaca tautan berikut: Ternyata, Developer Syariah Penipu Warga Tak Terdaftar di Kementerian PUPR

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X