Ciputra Optimistis Bisa Gaet Banyak Konsumen Milenial di Puri Indah

Kompas.com - 26/10/2019, 10:14 WIB
Dengan luas 7,4 hektar, di dalam superblok Ciputra International terangkum 6 tower perkantoran, 3 tower apartemen, serta hotel. Dok Ciputra GroupDengan luas 7,4 hektar, di dalam superblok Ciputra International terangkum 6 tower perkantoran, 3 tower apartemen, serta hotel.
Editor M Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Ciputra Group optimistis bisa memasarkan proyeknya di kawasan Puri Indah Jakarta Barat, yakni Ciputra International, yang menawarkan konsep integrated complexs. Kondisi wait and see dianggap sudah selesai.

Demikian dikemukakan Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group, menanggapi situasi pascapelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf, serta para menteri kabinet untuk 5 tahun ke depan. Andreas mengaku yakin sektor properti bergerak pada 2020 seiring membaiknya stabilitas politik dan ekonomi nasional.

"Beberapa waktu lalu kan investor masih wait and see menunggu momentum. Sekarang, setelah pelantikan dan terbentuknya kabinet dengan fokus pada penguatan ekonomi, hal itu akan mendorong hasil positif untuk menggerakkan properti," kata Andreas, Sabtu (26/10/2019).

Untuk itu, lanjut Andreas, Ciputra tetap optimistis memasarkan produk superblok barunya ini. Dia memaparkan, kondisi terakhir proyek tersebut, terutama di tower Amsterdam, sejak setahun ini sudah dihuni.

"Kalau tower perkantoran Tokopedia Care Tower sudah beroperasi sejak setahun lalu, sedangkan tower perkantoran lainnya masih dalam tahap finishing, seperti Propan Tower yang sudah topping off," kata Andreas.

Produk tersebut menyatukan apartemen dengan perkantoran. Dengan luas 7,4 hektar, di dalamnya terangkum 6 tower perkantoran, 3 tower apartemen, serta hotel.

Andreas menambahkan, menara perkantoran di superblok tersebut bisa memberi nilai tambah bagi kawasan Puri Indah, karena area perkantorannya sudah tumbuh. Dari kolaborasi proyek properti itulah Andreas yakin bisa meraup penjualan.

"Keduanya kan saling membutuhkan. Tower Amsterdam kan tingkat huniannya tinggi, sebab kebanyakan dihuni mereka yang bekerja di office tower. Melihat tingginya okupansi ini, kami sudah siapkan juga tower lainnya," jelas Andreas.

Tower tersebut adalah San Fransisco yang juga meliputi berbagai tipe, mulai studio sampai tiga kamar tidur. Menurut dia, di tower inilah konsep kerja dan tinggal dengan sangat hemat waktu bisa diwujudkan.

"Karena bisa tinggal dalam lokasi yang sama dengan tempat kerja. Ini akan sangat menarik potensi pasar sewanya, terutama segmen end user milenial dan keluarga muda," tambah Andreas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X