Basuki Sindir Ditjen Bina Marga Malas Bangun Terowongan

Kompas.com - 16/09/2019, 19:51 WIB
Terowongan kembar pada proyek Tol Cisumdawu. Kementerian PUPRTerowongan kembar pada proyek Tol Cisumdawu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi terowongan untuk infrastruktur konektivitas bukanlah hal baru di Indonesia. Ada sejumlah proyek yang membutuhkan konstrusi terowongan.

Sebut saja proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) hingga yang dalam waktu dekat akan dibangun Tol Padang-Pekanbaru.

Namun, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyayangkan, konstruksi terowongan masih belum banyak diadopsi Direktorat Jenderal Bina Marga.

Padahal, menurut Basuki, tak sedikit keuntungan dari dibangunnya terowongan tersebut.

Baca juga: Konstruksi Terowongan Perlu Manajemen Risiko Tinggi

"Di Bina Marga ini agak malas untuk bikin terowongan. Padahal kalau dengan terowongan kita bisa menyelamatkan lingkungan," ungkap Basuki dalam sebuah diskusi di kantornya, Senin (16/9/2019).

Ia kemudian membandingkan proyek-proyek di Bina Marga dengan proyek skala besar yang digarap Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA).

Menurut Basuki, setiap proyek bendungan yang digarap Ditjen SDA selalu dilengkapi dengan saluran pengelak yang notabene merupakan terowongan, sebelum membangun tubuh utama bendungan.

"Jadi buat orang pengarian, terowongan bukan hal baru," sebut Basuki.

Salah satu manfaat terowongan dalam konstruksi konektivitas seperti jalan tol adalah memangkas trase yang akan dibangun.

Tanpa terowongan, trase jalan tol umumnya akan lebih panjang karena harus melingkari bukit atau pegunungan.

Baca juga: Ini Alasan Perlunya Terowongan di Tol Cisumdawu dan MRT

Manfaat lainnya, keberadaan terowongan dapat lebih menjaga kelestarian alam. Sebab, wilayah yang harus dibabat menjadi semakin minimal dibandingkan trase yang biasa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X