Konstruksi Terowongan Perlu Manajemen Risiko Tinggi

Kompas.com - 16/09/2019, 15:00 WIB
Pekerja beraktivitas di lokasi proyek Tol Pekanbaru-Dumai, di Provinsi Riau, Selasa (13/3/2018). Perkembangan konstruksi Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,475 km, yang dikerjakan PT Hutama Karya ini, progresnya mencapai sekitar 8,95 persen berdasarkan data Kementerian BUMN. Pekerjaan yang dilakukan kini berupa pembersihan lahan, pekerjaan tanah, box culvert, dan pekerjaan solid sodding. ANTARA FOTO/FB ANGGOROPekerja beraktivitas di lokasi proyek Tol Pekanbaru-Dumai, di Provinsi Riau, Selasa (13/3/2018). Perkembangan konstruksi Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,475 km, yang dikerjakan PT Hutama Karya ini, progresnya mencapai sekitar 8,95 persen berdasarkan data Kementerian BUMN. Pekerjaan yang dilakukan kini berupa pembersihan lahan, pekerjaan tanah, box culvert, dan pekerjaan solid sodding.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perencanaan menjadi tahap paling penting dalam pembangunan infrastruktur yang memerlukan konstruksi terowongan.

Seluruh aspek ketidakpastian yang tinggi perlu juga diperhitungkan sebelum rencana dieksekusi.

Direktur Jenderal Bina Kementerian PUPR Marga Sugiyartanto mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah diskusi di Kementerian PUPR, Senin (16/9/2019).

Menurut dia, perencanaan yang maksimal diperlukan agar seluruh potensi risiko dapat termitigasi dengan baik.

Baca juga: Konstruksi Terowongan Dapat Menunjang Pengembangan Kawasan Pariwisata

"Pengelolaan risiko dalam pembangunan resiko tinggi harus dikelola dengan cermat dan hati-hati dari segi teknik," kata Sugiyartanto.

Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang kompeten. Pasalnya, bila ada satu aspek yang tidak termitigasi, maka ketika persoalan di lapangan timbul dapat berakibat fatal. 

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan rencana konstruksi terowongan adalah data tanah yang memuat informasi lengkap tentang struktur.

Data tersebut kemudian diadjikan acuan bagi perencana untuk menentukan metode konstruksi seperti apa yang harus digunakan. 

"Kualitas informasi yang baik dalam tata tanah akan semakin memudahkan bagi seorang perencana untuk mendapatkan desain yang optimal dengan risiko seminimal mungkin," ucap Sugiyartanto. 

Baca juga: Ini Alasan Perlunya Terowongan di Tol Cisumdawu dan MRT

Salah satu proyek infrastruktur yang kini membutuhkan konstruksi terowongan yaitu Tol Padang-Pekanbaru, Sumatera. Proyek ini dirancang menembus kawasan Bukit Barisan dari wilayah timur ke barat.

"Ini merupakan kawasan rawan bencana dengan pergerakan tanah dan potensi rawan gempa. Dan dalam tahap perencanaan hal ini menjadi sangat penting," tuntas dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X