Pemindahan Ibu Kota, Tantangan Besar Bagi Perencana

Kompas.com - 14/09/2019, 08:00 WIB
Kawasan hutan Bukit Soeharto, kilometer 50, Jl Poros Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (1/7/2018). TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMANKawasan hutan Bukit Soeharto, kilometer 50, Jl Poros Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memutuskan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus pemerintah dalam lima tahun ke depan.

Proyek paling ambisius yang akan dikerjakan pemerintah yakni pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur

Dua kabupaten di provinsi tersebut, yakni Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara, telah dipilih sebagai lokasi ibu kota baru.

Pemerintah mengaku tak bisa bergerak sendiri untuk mengembangkan kawasan ibu kota yang diperkirakan membutuhkan lahan seluas 180.000 hektar tersebut. 

Termasuk dalam hal pendanaan yang diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 466 triliun. Demikian halnya dengan penyusunan masterplan atau wajah ibu kota baru. Apalagi, kebutuhan anggaran itu disebut belum final.

Baca juga: Sayembara Desain Ibu Kota Baru Segera Digelar

Bahkan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut ada potensi perubahan anggaran karena tergantung dari desain yang akan dikembangkan. 

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kutai Kertanegara merupakan salah satu hutan di wilayah ibu kota baru. dok BBC Indonesia Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kutai Kertanegara merupakan salah satu hutan di wilayah ibu kota baru.
" Ibu kota baru ini akan menjadi sebuah tantangan besar bagi perancang Indonesia, arsitek dan urban designer. Selain itu, ini juga akan menunjukkan kepada semua pihak bagaimana mengembangkan sebuah kota dengan konsep smart, green, beautiful dan sustainable di Indonesia," kata Basuki di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Pemerintah, sebut dia, tidak benar-benar memulai rencana pemindahan ibu kota ini dari awal. Sebagai bahan kajian atas rencana ini, pemerintah mendalami berbagai pengalaman dari negara lain seperti Malaysia dengan Putrajaya, Brasilia City di Brazil, Astana di Kazakhstan, dan Canberra di Australia.

Sebagai langkah awal untuk menyusun desain dasar ibu kota, pemerintah akan menggelar sayembara. Pelaksanaan sayembara dilakukan dalam dua tahap, yaitu di tingkat nasional dan internasional.

Baca juga: Juri Asing Bakal Nilai Sayembara Desain Ibu Kota

Sembilan dewan juri yang terdiri atas akademisi, praktisi, dan juga pemerintah dilibatkan dalam proses pencarian desain terbaik.

Basuki pun berharap untuk sayembara tingkat nasional dapat dilaksanakan paling tidak dalam tiga bulan ke depan. 

"Semua orang boleh ikut, bahkan mungkin ratusan peserta bisa berkontribusi. Dari situ akan dipilih tiga yang terbaik oleh juri," kata Basuki. 

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X