Sayembara Desain Ibu Kota Baru Bukan Lotre, Harus Ada Kompensasi

Kompas.com - 13/09/2019, 12:00 WIB
Ilustrasi arsitek yang bekerja. ShutterstockIlustrasi arsitek yang bekerja.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan menggelar sayembara desain ibu kota baru tingkat nasional dalam waktu dekat. Nantinya, ada tiga pemenang yang akan dipilih oleh sembilan dewan juri. 

Tiga desain terbaik kemudian dibawa ke tingkat internasional untuk menjadi desain dasar bagi sayembara yang akan diikuti perancang tingkat dunia. 

Namun demikian, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana (IAP) Bernardus Djonoputro berharap, pemerintah dapat memberikan apresiasi bagi para pemenang tingkat Nasional.

Baca juga: Sayembara Desain Ibu Kota Baru Segera Digelar

Sebab, sistem sayembara diakui sebagai proses tender di dalam negeri karena termasuk dalam beauty contest.

"Walaupun dalam struktur keuangan kita harus sesuai kebijakan procurement. Kompensasi harus diberikan kepada tiga pemenang tingkat Nasional," kata Bernie kepada Kompas.com, Kamis (12/9/2019).

Hal serupa, menurut dia, dilakukan dalam kompetisi tingkat internasional. Para pemenang yang desainnya diakui mendapat kompensasi dari penyelenggara sebelum naik ke tahap selanjutnya. 

"Jadi sayembara ini bukan lotre, tapi beauty contest," ujarnya.

Baca juga: Tak Perlu Takut Bersaing dengan Perencana Asing

Bernie mengingatkan, merancang sebuah kota bukanlah pekerjaan mudah. Diperlukan keterampilan multidisiplin untuk menghasilkan sebuah rancangan tata kota yang berkelanjutan, dengan mempertimbangkan sejumlah aspek.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X