Pengembang FLPP Terancam Gulung Tikar

Kompas.com - 27/08/2019, 16:45 WIB
Ilustrasi rumah Kementerian PUPRIlustrasi rumah
Penulis Dani Prabowo
|

"Tetapi itu jumlahnya juga hampir habis. Prediksi kami akhir Agustus ini sudah habis yang 5.000 itu," kata Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata.

Peringatan

Soelaeman mengatakan, sejak Juni 2019 REI telah memberikan peringatan kepada pemerintah tentang hal tersebut.

Peringatan itu disampaikan setelah sejumlah anggota REI di daerah mengeluhkan kian menipisnya kuota KPR FLPP.

Dari hasil penghitungan pada Mei 2019, tercatat penyaluran KPR FLPP dan Subsidi Selisih Bunga (SSB) telah mencapai 105.000 unit.

"Itu artinya pada bulan Mei sisanya jadi sekitar 50.000," kata dia.

Menurut Soelaeman, alokasi KPR FLPP dan SSB tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan realisasi kedua jenis KPR tersebut pada 2018 yang mencapai 256.000.

Padahal, berdasarkan asumsi penghitungan REI, peningkatan kebutuhan KPR FLPP mencapai 30.000 unit per tahun.

"Sehingga kalau tahun lalu 256.000 (untuk FLPP dan SSB), tahun ini seharusnya 286.000," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Pengembang Indonesia (PI) Barkah Hidayat, yang menyebut kuota KPR FLPP menipis sejak Juli 2019.

"Kemarin ada pemindahan 5.000 unit dari bank yang tidak perform ke yang perform. Itu kira-kira sekitar 50 unit per cabang," kata Barkah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X