Usulkan Substansi Tambahan, RUU SDA Segera DIsahkan

Kompas.com - 26/08/2019, 18:54 WIB
Rapat kerja antara Komisi V DPR dengan Kementerian Pemerintah membahas RUU Sumber Daya Air, Senin (26/8/2019). Kompas.com / Dani PrabowoRapat kerja antara Komisi V DPR dengan Kementerian Pemerintah membahas RUU Sumber Daya Air, Senin (26/8/2019).
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengusulkan sejumlah tambahan substansi di dalam Rancangan Undang-Undang tentang Sumber Daya Air (SDA). Tercatat, ada delapan pasal yang hendak ditambah substansinya.

Usulan tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat rapat kerja Komisi V di Kompleks Parlemen, Senin (26/8/2019).

Salah satu pasal yang mendapat perhatian khusus dari anggota Komisi V yaitu Pasal 33. Di dalam usulannya, Basuki meminta adanya tambahan ayat di dalam pasal tersebut.

Sebab, sebelumnya hanya ada satu penjelasan di dalam pasal tersebut yang berbunyi 'Setiap orang dilarang melakukan Pendayagunaan Sumber Daya Air di kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam'.

"Kami usulkan di dalam ayat dua larangan tadi dikecualikan bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari," kata Basuki.

Ia beralasan, saat ini di dalam kawasan konservasi seluas 27,14 juta hektar terdapat 5.800 desa yang dihuni sekitar 9,5 juta jiwa. Mereka memanfaatkan air non komersial dengan perizinan.

"Untuk itu kami usulkan bahwa Pasal 33 ini kalaupun disetujui ditambah satu ayat," ucap Basuki.

Rupanya, permintaan tersebut menuai perdebatan. Salah satunya berasal dari anggota Fraksi Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun, yang menilai usulan itu sebagai sebuah kemunduran.

"Yang namanya suaka alam ini tidak boleh diganggu. Kalau dibuka ruang ini bisa jadi multi tafsir. Yang namanya suaka alam harus dilindungi, apalagi namanya perlindungan alam," kata Jhoni.

Meski demikian, sebagian besar anggota fraksi di Komisi V setuju dengan usulan Basuki. Anggota Fraksi Golongan Karya, Hamka Baco Kady misalnya, meminta agar penambahan ayat tersebut dikaitkan dengan keberadaan Pasal 34.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Konstruksi
Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X