Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Tahan Lama, Wastafel "Stainless Steel" Punya Kekurangan

Kompas.com - 24/04/2024, 05:30 WIB
Masya Famely Ruhulessin,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Sumber Aura Stone

JAKARTA, KOMPAS.com - Stainless steel merupakan salah satu material wastafel yang menjadi pilihan favorit rumah tangga saat ini.

Selain tahan karat, wastafel stainless steel juga memiliki tampilan yang menawan dan mudah dipadukan dengan bahan lain.

Meskipun demikian, wastafel ini juga memiliki beberapa kekurangan yang patut Anda pertimbangkan sebelum memilikinya.

Seperti dikutip dari laman Aura Stone, berikut beberapa kekurangan dari wastafel berbahan stainless steel.

Baca juga: Segudang Keuntungan Gunakan Wastafel Stainless Steel di Dapur

1. Mudah tergores dan penyok

Kekurangan yang paling terlihat dari memiliki wastafel stainless steel adalah permukaannya yang mudah tergores.

Selain itu, permukaan wastafel juga mudah penyok jika ada benda berat yang jatuh ke atasnya.
Walaupun ada goresan dan penyok, wastafel tersebut masih bisa digunakan meski kehilangan estetika.

2. Berisik

Saat mencuci piring, bunyi dentingan barang pada permukaan wastafel stainless steel akan terdengar keras.

Jika Anda tidak menyukai suara yang berisik, maka harus lebih berhati-hati dalam meletakkan semua perabot di atas permukaan wastafel.

Baca juga: Ingat! Jangan Letakkan 5 Benda Ini Di Bawah Wastafel

3. Terkena noda air sadah

Meskipun wastafel dapur stainless steel tahan noda, namun mungkin masih terdapat noda air jika di rumah Anda memiliki air sadah.

Jika air sadah dibiarkan mengering, residu mineral akan membentuk bintik-bintik jelek pada wastafel Anda yang mengkilap.

Meskipun demikian, noda ini dapat dengan mudah dihilangkan dengan menggunakan soda kue, cuka, air, dan spons lembut.

 

4. Hanya satu warna

Ini mungkin sebuah pernyataan yang meremehkan. Meskipun baja tahan karat tersedia dalam berbagai bentuk, namun warnanya tetap sama.

Jadi Anda tidak bisa memesan wastafel dengan warna tertentu untuk menyesuaikan dengan warna cat di dapur.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Mengenal Penthouse, Tipe Unit Paling Eksklusif di Apartemen

Mengenal Penthouse, Tipe Unit Paling Eksklusif di Apartemen

Apartemen
Tahun Ini, BPD DIY akan Salurkan 100 Unit KPR FLPP

Tahun Ini, BPD DIY akan Salurkan 100 Unit KPR FLPP

Hunian
Pengembang Rumah Subsidi Desak Prabowo Bentuk Kementerian Perumahan Rakyat

Pengembang Rumah Subsidi Desak Prabowo Bentuk Kementerian Perumahan Rakyat

Berita
Tahun Ini, Central Group Targetkan Penjualan Rp 1,8 Triliun

Tahun Ini, Central Group Targetkan Penjualan Rp 1,8 Triliun

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lembata: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lembata: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Tol Bocimi Kelar Diperbaiki Permanen Sebelum Libur Akhir Tahun Ini

Tol Bocimi Kelar Diperbaiki Permanen Sebelum Libur Akhir Tahun Ini

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Manggarai Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Manggarai Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lombok Tengah: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lombok Tengah: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lombok Barat: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lombok Barat: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Sengkarut Korupsi Tol MBZ, Lelang Proyek Diatur, Kualitas Material Dipangkas

Sengkarut Korupsi Tol MBZ, Lelang Proyek Diatur, Kualitas Material Dipangkas

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Dompu: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Dompu: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Mengapa Setelah Dipel Lantai Rumah Justru Terasa Lengket?

Mengapa Setelah Dipel Lantai Rumah Justru Terasa Lengket?

Interior
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Bima: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Bima: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Mataram: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Mataram: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lombok Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lombok Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com