Imbas Aksi Protes, Banyak Proyek Properti di Hong Kong Tertunda

Kompas.com - 13/08/2019, 08:43 WIB
Seorang pengunjuk rasa anti rancangan undang-undang ekstradisi melempar gas air mata saat berunjuk rasa di Tsim Sha Tsui di Hong Kong, China, Minggu (11/8/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/ISSEI KATOSeorang pengunjuk rasa anti rancangan undang-undang ekstradisi melempar gas air mata saat berunjuk rasa di Tsim Sha Tsui di Hong Kong, China, Minggu (11/8/2019).

Selain itu, CEO Cathay Pacific Airways, Rupert Hogg mengatakan, pemesanan inbound ke Hong Kong turun drastis pada tahun ini karena protes yang berkepanjangan.

Tak hanya itu, sektor perhotelan juga mengalami penurunan.

Hotel di Hong Kong dan Shanghai yang sebelumnya mengalami penurunan akibat perang dagang turut mendapatkan imbasnya.

Tercatat, tingkat hunian di hotel yang berada di area Tsim Sha Tsui turun sebesar 7 persen pada paruh pertama tahun ini.

Hal yang sama juga terjadi pada pendapatan hotel yang mencatat penurunan yang sama, 7 persen.

Imbas juga dirasakan sektor transportasi.

Operator transportasi berbasis rel, MTR menghadapi tantangan besar saat ini.

CEO MTR Jacob Kam Chak-pui mengatakan, kerusuhan memengaruhi keinginan orang untuk pergi ke luar.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X