Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Imbas Aksi Protes, Banyak Proyek Properti di Hong Kong Tertunda

Aksi protes ini merupakan salah satu dari rangkaian demonstrasi yang terjadi selama 10 minggu berturut-turut.

Ketika protes massal menyapu Hong Kong, bisnis yang menjadi fondasi ekonomi wilayah itu berubah drastis.

Demonstrasi ini berakhir dengan bentrokan lagi saat aparat keamanan menembakkan gas air mata dan membubarkan pengunjuk rasa yang memblokade jalan.

Bahkan, protes ini telah menjadi tajuk utama dari media-media di luar Hong Kong.

Kondisi ini pun menjadi perhatian serius bagi para pelaku bisnis di wilayah itu.

Mengutip Nikkei Asian Review, Senin (12/8/2019), para eksekutif dari beberapa perusahaan paling penting di Hong Kong mengungkapkan kekhawatirannya akan risiko dari demonstrasi yang berakhir dengan bentrokan tersebut.

Bahkan menurut South China Morning Post, pertumbuhan ekonomi di Hong Kong menyusut pada kuartal II-2019 karena tekanan akibat perang dagang Amerika Serikat dan China.

Sentimen ini semakin memburuk setelah demonstrasi pecah dan terjadi hingga berminggu-minggu, yang akhirnya mempengaruhi sektor properti di wilayah itu.

Agen real estate Midland Realty mencatat, penjualan flat baru turun 65 persen pada bulan Juni dan terendah sejak Januari 2019.

Tercatat, sepanjang periode tersebut hanya ada 1.111 transaksi. Selain itu, lebih dari 4.000 flat di 11 proyek yang belum selesai namun telah disetujui untuk pra-penjualan, belum dipasarkan.

Penundaan Proyek

Bahkan hal ini membuat pengembang properti residensial di Hong Kong menunda penjualan mega-proyeknya.

Dua pengembang besar seperti Sun Hung Kai Properties (SHKP) dan MTR Corporation rencananya akan menawarkan 1.172 flat di Cullinan West III di atas stasiun kereta bawah tanah Nam Cheong.

Proyek pengembangan ini pada awalnya dijadwalkan rampung akhir tahun 2019 dan akan diluncurkan pada Agustus. Namun hingga saat ini SHKP dan MTR belum mengungkapkan kapan mereka akan merilis proyek tersebut.

"Kami bermakasud akan menjual unit ketika (proyek) itu akan selesai," ujar Direktur Properti MTR, David Tang.

Meski demikian, Cullinan West III bukanlah satu-satunya proyek yang mengalami penundaan, secara total terdapat 10.000 stok unit rumah yang telah selesai namun belum terjual.

Angka ini mencapai titik tertinggi selama dekade ini.

MTR yang juga merupakan pengembang pelat merah di Hong Kong pun juga bersikap hati-hati serta akan melepaskan proyek ketika kondisi pasar telah optimal.

Pertaruhan Stabilitas Ekonomi

Selain sektor properti, pariwisata di Hong Kong juga mengalami penurunan.

CEO Hongkong dan Shanghai Hotel, Clement Kwok King-man mengatakan, kondisi ini akan membuat stabilitas ekonomi di wilayah tersebut dipertaruhkan.

Selain itu, CEO Cathay Pacific Airways, Rupert Hogg mengatakan, pemesanan inbound ke Hong Kong turun drastis pada tahun ini karena protes yang berkepanjangan.

Tak hanya itu, sektor perhotelan juga mengalami penurunan.

Hotel di Hong Kong dan Shanghai yang sebelumnya mengalami penurunan akibat perang dagang turut mendapatkan imbasnya.

Tercatat, tingkat hunian di hotel yang berada di area Tsim Sha Tsui turun sebesar 7 persen pada paruh pertama tahun ini.

Hal yang sama juga terjadi pada pendapatan hotel yang mencatat penurunan yang sama, 7 persen.

Imbas juga dirasakan sektor transportasi.

Operator transportasi berbasis rel, MTR menghadapi tantangan besar saat ini.

CEO MTR Jacob Kam Chak-pui mengatakan, kerusuhan memengaruhi keinginan orang untuk pergi ke luar.

https://properti.kompas.com/read/2019/08/13/084300621/imbas-aksi-protes-banyak-proyek-properti-di-hong-kong-tertunda

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar