UMKM Berkontribusi Menghidupkan Kawasan Industri

Kompas.com - 11/08/2019, 11:00 WIB
Setyono Djuandi Darmono, tokoh pendiri dan chairman PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. Kompas.com/Josephus PrimusSetyono Djuandi Darmono, tokoh pendiri dan chairman PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.

"Kami mendorong peran UMKM di kawasan industri melalui berbagai upaya," cetus Darmono.

Upaya tersebut termasuk membangun sentra UMKM seluas 15 hektar yang dinamakan Jababeka Small Medium Enterprise Centre.

Sentra UMKM ini merupakan kolaborasi antara Jababeka dengan PT Usaha Kita Makmur Indonesia (UKMI) yang diteken pada 10 Maret 2005.

Jababeka Small Medium Enterprises ini merupakan UMKM Center pertama yang dibentuk di Indonesia.

Dengan memasukkan UMKM ke dalam kawasan industri, kata Darmono, meningkatkan daya saing, gengsi, sekaligus kesempatan untuk mendapatkan modal lebih besar dibanding mereka yang berada di luar kawasan industri.

Sentra UMKM ini dibagi menjadi beberapa klaster mulai dari Standard Factory building (SFB), Three in One Building (TOB), Supporting industrial building (SIB)M dan Rumah dan bisnis (R&B).

"Semua berjalan dan berkembang dengan baik hingga kini. Termasuk kemitraan UMKM dalam membentuk enam koperasi bidang limbah padat, simpan pinjam, tenaga kerja, supplier barang, dan pembuatan kain. Ini yang meramaikan kawasan industri sekaligus menghidupkan kota Jababeka," urai Darmono.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X