Peringkat Jababeka dalam Pengawasan Negatif

Kompas.com - 13/07/2019, 07:00 WIB
Pengembangan Kawana Golf Residence menjadi penanda awal transformasi kawasan Jababeka dari kawasan industri menjadi kota mandiri terintegrasi yang memakai standar internasional. Dok Jababeka ResidencePengembangan Kawana Golf Residence menjadi penanda awal transformasi kawasan Jababeka dari kawasan industri menjadi kota mandiri terintegrasi yang memakai standar internasional.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menyematkan peringkat Issuer Default Rating (IDR) pengembang PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dalam posisi B.

Selain itu, lembaga ini juga menempatkan KIJA dalam pengawasan negatif atau Rating Watch Negative (RWN).

Pada saat bersamaan, Fitch Ratings memberikan Peringkat Nasional Jangka Panjang dalam posisi A-(idn).

Baca juga: Meski Potensial Default, Jababeka Jamin Progres Proyek Tak Terganggu

Dalam laporan Fitch, pengawasan negatif ini menggambarkan risiko dari potensi buyback yang harus dilakukan oleh KIJA terhadap obligasi perusahaan 300 juta dollar AS atau Rp 4,2 triliun dengan kupon 6,5 persen yang jatuh tempo 2023.

Kegagalan untuk buyback obligasi tersebut dalam hal terjadinya change of control atau perubahan kendali, akan membuat perusahaan dinyatakan default atau gagal bayar.

Fitch menyatakan, apabila terjadi perubahan kendali, maka KIJA diwajibkan melakukan penawaran untuk membeli kembali obligasi 300 juta dollar AS tersebut paling lambat 30 hari setelah terjadinya change of control.

Selain itu, lembaga ini juga meyakini perusahaan tidak memiliki dana yang cukup untuk menjalankan buyback terhadap obligasinya.

Namun Fitch mengatakan, perusahaan dapat mengajukan waiver atau permintaan peninjauan kepada pemberi pinjaman terhadap risiko peminjam yang tidak bisa memenuhi kondisi yang berhubungan dengan pembayaran utang yang jatuh tempo.

Lebih lanjut, Fitch memprediksi peningkatan kompetisi antara pengembang di kawasan industri Cikarang akan berdampak pada penjualan lahan industri perusahaan.

"Fitch mengekspektasikan penjualan perumahan perusahaan akan pulih di semester II-2019 dari kuartal I-2019 dikarenakan KIJA berencana meluncurkan proyek-proyek baru di semester II-2019," tulis Fitch dalam laporannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X