Kompas.com - 16/07/2019, 22:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - "Senin harga naik". Kampanye provokatif yang selama satu dekade hingga lima tahun silam memenuhi ruang-ruang publik Jakarta, tak berlaku bagi properti mewah.

Mengapa? Karena harga penawaran perdananya saja sudah selangit. Jadi, konsekuensinya, pertumbuhan harga akan lambat, dan mustahil terjadi tiap hari Senin.

Apartemen Sun and Moon di kompleks The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, contohnya. Harga penawaran perdana dipatok Rp 110 juta per meter persegi.

Jika luas unit terkecilnya 250 meter persegi, maka harga satuannya sudah Rp 27,5 miliar. Angka ini tidak termasuk pajak.

Selain itu, mereka para pembeli apartemen mewah ini bukanlah orang kaya baru atau orang kaya nanggung yang mengharapkan return on investment (ROI) cepat, atau gain dari kenaikan harga dan hasil sewa.

Sebaliknya, para pembeli apartemen mewah ini adalah orang-orang tajir melintir atau dalam istilah CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono adalah super tycoon.

"Karakter mereka nggak ribet. Karena mereka tahu barang bagus, jadi nggak perlu informasi detail. Kalau udah suka itu barang, mereka cuma make sure aja dan get the feeling of the ambience," urai Hendra menjawab Kompas.com, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Apartemen Rp 43,4 Miliar Dibayar Kontan, Enggak Pake Nyicil

Hendra melanjutkan, mereka para pembeli properti eksklusif ini adalah yang sering melancong ke luar negeri, dan menetap di Singapura, Inggris, Amerika Serikat, atau Australia. 

Kelas mereka bukan lagi yang tinggal di Menteng, Kebayoran Baru, atau pun Pondok Indah yang secara tradisi merupakan konsentrasi orang-orang kaya Jakarta.

The Dharmawangsa 3 Sun and Moon ApartmentDokumentasi Tokyo Tatemono The Dharmawangsa 3 Sun and Moon Apartment
Kembali pada properti mewah, untuk saat ini yang tersedia di pasar adalah apartemen primer atau masih dalam tahap konstruksi, dan apartemen eksisting.

Menurut Hendra, apartemen primer masih dikenakan pajak barang mewah atau luxurious tax, sementara apartemen eksisting masuk dalam hitungan seken.

Berikut lima apartemen termahal di Jakarta berdasarkan riset Leads Property Indonesia:

1. Sun and Moon Apartement di Kompleks The Dharmawangsa, Kebayoran Baru, dengan harga Rp 110 juta per meter persegi, di luar pajak.

Apartemen ini merupakan hasil kerja sama antara Grup Samudranayaka Unggul dan pengembang asal negeri Jepang, Tokyo Tatemono.

2. Keraton at The Plaza, di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, ditawarkan dengan harga Rp 150 juta per meter persegi.

Pengembang apartemen yang diklaim sebagai domisili nomor satu Jakarta ini dibangun oleh PT Plaza Indonesia Realty Tbk.

3. Langham Residence at District 8, Sudirman CBD, Jakarta Selatan, dipasarkan dengan patokan harga Rp 98 juta per meter persegi.

Ini merupakan apartemen yang dimiliki dan dikembangkan oleh Agung Sedayu Group, satu kompleks dengan perkantoran District 8.

4. Le Parc at Thamrin Nine, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, dibanderol senilai Rp 75 juta per meter persegi.

PT Putra Gaya Wahana membangun apartemen ini bersamaan dengan Thamrin Nine Tower yang merupakan supertall pertama di Jakarta.

5. The Dharmawangsa Residence Tower 2, dilego dengan harga Rp 70 juta per meter persegi. Apartemen ini dibangun oleh Grup Samudranayaka Unggul, dalam satu kompleks dengan The Dharmawangsa Hotel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tokyo Akan Punya Gedung Pencakar Langit Baru, Fasadnya Terbuat Dari Keramik

Tokyo Akan Punya Gedung Pencakar Langit Baru, Fasadnya Terbuat Dari Keramik

Konstruksi
Sinarmas Land Rilis Ruko Tiga Lantai di BSD City, Dibanderol Rp 2,7 Miliar

Sinarmas Land Rilis Ruko Tiga Lantai di BSD City, Dibanderol Rp 2,7 Miliar

Berita
Luhut: Meski Utang Indonesia Rp 7.000 Triliun, tapi Produktif untuk Jalan Tol

Luhut: Meski Utang Indonesia Rp 7.000 Triliun, tapi Produktif untuk Jalan Tol

Berita
Selama Juli, Tingkat Hunian Hotel di The Nusa Dua Capai 65,37 Persen

Selama Juli, Tingkat Hunian Hotel di The Nusa Dua Capai 65,37 Persen

Hotel
Gandeng DKS Group, Marriot International Akan Buka Hotel Baru di Kuta

Gandeng DKS Group, Marriot International Akan Buka Hotel Baru di Kuta

Hotel
Kinerja Membaik, KAI Cetak Laba Bersih Rp 740 Miliar

Kinerja Membaik, KAI Cetak Laba Bersih Rp 740 Miliar

Berita
Terminal Tingkir di Salatiga Direvitalisasi, Menhub: Nanti Ada Ruang Pertemuan

Terminal Tingkir di Salatiga Direvitalisasi, Menhub: Nanti Ada Ruang Pertemuan

Fasilitas
Soal Utang Indonesia Capai Rp 7.000 Triliun, Luhut: Itu Salah Satu Terkecil di Dunia

Soal Utang Indonesia Capai Rp 7.000 Triliun, Luhut: Itu Salah Satu Terkecil di Dunia

Berita
Mulai Rp 200 Ribu, Anda Bisa Menginap di Homestay KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Mulai Rp 200 Ribu, Anda Bisa Menginap di Homestay KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Hunian
Begini Progres Pembangunan 8 Ruas Jalan Tol Trans Sumatera

Begini Progres Pembangunan 8 Ruas Jalan Tol Trans Sumatera

Konstruksi
Promo Merdeka KAI, Kereta Jarak Jauh Mulai Rp 17.000, Cek di Sini

Promo Merdeka KAI, Kereta Jarak Jauh Mulai Rp 17.000, Cek di Sini

Berita
Tol Serang-Panimbang Bakal Sokong Kawasan Pariwisata Tanjung Lesung

Tol Serang-Panimbang Bakal Sokong Kawasan Pariwisata Tanjung Lesung

Berita
Kata Luhut, Tol Serang-Panimbang Bikin Ekonomi Banten Tumbuh Jadi 6 Persen

Kata Luhut, Tol Serang-Panimbang Bikin Ekonomi Banten Tumbuh Jadi 6 Persen

Berita
Intiland dan Mitbana Berkongsi, Kembangkan TOD 51 Hektar di Tangerang

Intiland dan Mitbana Berkongsi, Kembangkan TOD 51 Hektar di Tangerang

Kawasan Terpadu
Hutama Karya Incar Proyek Jalan Tol di IKN Nusantara

Hutama Karya Incar Proyek Jalan Tol di IKN Nusantara

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.