"Apartemen Rp 43,4 Miliar Dibayar Kontan, Enggak Pake Nyicil"

Kompas.com - 16/07/2019, 16:15 WIB
Presiden Komisaris Humpuss Group Hutomo Mandala Putra dan Presiden Direktur KG Global Development Harry Gunawan meninjau maket proyek multifungsi Mangkuluhur City, sebelum prosesi tutup atap Office Tower One, Jumat (9/9/2016). Hilda B Alexander/Kompas.comPresiden Komisaris Humpuss Group Hutomo Mandala Putra dan Presiden Direktur KG Global Development Harry Gunawan meninjau maket proyek multifungsi Mangkuluhur City, sebelum prosesi tutup atap Office Tower One, Jumat (9/9/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggapan bahwa pasar properti kelas mewah mati suri, tak sepenuhnya benar. Buktinya, apartemen Regent Residence di bilangan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, cukup aktif ditransaksikan.

Bahkan, saat pasar apartemen mewah di Jakarta secara umum tengah dalam masa-masa terburuknya pun, Regent Residence mampu mencatat penjualan optimal.

CEO KG Global Development Harry Gunawan mengungkapkan hal tersebut saat menjawab Kompas.com, usai prosesi serah terima kunci Regent Residence, Senin (15/7/2019).

Menurut Harry, enam unit apartemen dengan ukuran 505 meter persegi di level mid zone berpindah tangan kepada konsumen Desember 2018 lalu, sebelum aktivitas penjualan dihentikan karena perubahan harga.

"Harga lama dipatok Rp 70 juta per meter persegi, plus PPN dan PPNBM jadi totalnya Rp 86 juta per meter persegi. Jadi, kalau luasnya 505 meter persegi, harganya Rp 43,4 miliar. Itu laku, mereka beli kontan, enggak pake nyicil. Engga ada itu KPA-KPA (kredit pemilikan apartemen)," kisah Harry.

Baca juga: Apartemen Mewah Regent Residence Mulai Diserahkan kepada Konsumen

Selain tipe 505 meter persegi, terdapat tipe terkecil dengan ukuran 251 meter persegi dan terbesar atau griya tawang (penthouse) seluas 1.000 meter persegi.

Hingga akhir Juni 2019, sudah terjual 55 persen dari total 185 unit apartemen yang ditawarkan. 

Melihat antusiasme pasar yang demikian tinggi, Harry akan menaikkan harga jual menjadi Rp 68 juta per meter persegi hingga Rp 75 juta per meter persegi, di luar PPN dan PPNBM, pada 22 Juli mendatang. 

"Mungkin kami akan melepas 30 unit. Sementara 20 unit yang tersebar di sepuluh lantai teratas atau high zone dilepas dengan harga Rp 80 juta per meter persegi," sambung dia.

Fulus tak berseri

Siapa para pembeli apartemen itu?

Yang pasti, kata Harry, mereka adalah kalangan ultra high net worth individual (UHNWI) yang fulusnya tidak mengenal seri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X