Perusakan Kompleks GBK Senayan Dikecam

Kompas.com - 12/07/2019, 22:00 WIB
Suporter Persija Jakarta memberikan dukungan pada laga pekan kedelapan Liga 1 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Persija Jakarta bermain imbang dengan skor 1-1 melawan Persib Bandung.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Suporter Persija Jakarta memberikan dukungan pada laga pekan kedelapan Liga 1 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Persija Jakarta bermain imbang dengan skor 1-1 melawan Persib Bandung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengecam kembali terjadinya perusakan Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan pasca tarung Persija Jakarta lawan Persib Bandung, Rabu (10/7/2019).

"Kami sangat menyayangkan peristiwa perusakan Stadion Utama GBK dan fasilitas-fasilitasnya terjadi lagi. Bukan saja saya dalam kapasitas Dirjen Cipta Karya yang menangani renovasi dan revitalisasinya, juga sebagai awam," tegas Dirjen Cipta Karya Danis H Sumadilaga kepada Kompas.com, Jumat (12/7.2019). 

Danis melanjutkan, kendati ada perjanjian antara Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) GBK Senayan dengan panitia penyelenggara pertarungan Persija versus Persib untuk mengganti kerusakan, namun tetap saja aksi perusakan tersebut tidak dapat ditoleransi.

Ditjen Cipta Karyalah yang bertugas merenovasi dan merehabilitasi Kompleks GBK Senayan yang meliputi 14 venues.

Ke-14 venues tersebut di antaranya Stadion Utama, Tennis Indoor, Tennis Outdoor, Gedung Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Hockey, Lapangan  Panahan, Lapangan Sepakbola A/B/C, Stadion Renang dan Istora Senayan.

Selain melakukan renovasi, Ditjen Cipta Karya juga menata kawasan GBK untuk menciptakan kualitas ruang luar bangunan venue yang lebih baik namun dapat menyatu dengan bangunannya.

Perbaikan juga dilakukan terhadap sarana dan prasarana luar bangunan seperti gerbang, loket, pedestrian, parkir, pagar, tempat duduk, toilet. Kemudian penanda kawasan, food court, playground, outdoor gym dan tempat sampah.

Standar Internasional

Dalam menata, merenovasi, dan merevitalisasi Kompleks GBK Senayan, Dirjen Cipta Karya juga tak sembarangan. Seluruhnya mengikuti standar internasional untuk pertandingan olahraga.

Wajah baru Stadion Utama GBK Senayan Jakarta yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu, 14 Januari 2018.Dokumentasi Adhi Karya Wajah baru Stadion Utama GBK Senayan Jakarta yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu, 14 Januari 2018.
Misalnya stadion akuatik yang tadinya 8 line, menjadi 10 line dengan kedalaman 3 meter sesuai dengan aturan terbaru internasional.

Demikian halnya dengan Stadion Utama. Proses renovasi stadion terbesar di Tanah Air ini memakan waktu kurang lebih 16 bulan. Terhitung sejak Agustus 2016 hingga Desember 2017.

Stadion berkapasitas 76.000 penonton ini mendapat sertifikat sebagai stadion bintang lima dari UEFA

Dilengkapi kursi single flip up (lipat), kekuatan masing-masing kursi dapat menahan beban hingga 250 kilogram. Selain itu, juga terdapat 200 kursi khusus yang diperuntukkan bagi kaum difabel.

Ada beberapa fakta menarik di balik stadion ini. Pertama, Stadion Utama GBK menjadi salah satu stadion terterang di dunia karena memiliki sistem pencahayaan 3.500 lux atau tiga kali lipat lebih terang dari pencahayaan sebelumnya.

Stadion ini juga dilengkapi dengan sistem LED lighthing system, sehingga memungkinkan konsumsi listrik yang lebih hemat hingga 50 persen dari lampu konvensional.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X