Meski Potensial "Default", Jababeka Jamin Progres Proyek Tak Terganggu

Kompas.com - 09/07/2019, 21:04 WIB
Jababeka Residence menggandeng mitra kerjanya asal Jepang, Creed Group, untuk menggarap Kawana 2 Concierge Golf Apartment sebagai proyek lanjutan kerjasama pengembangan proyek hunian vertikal segmen premium di kawasan Jababeka. Dok Jababeka ResidenceJababeka Residence menggandeng mitra kerjanya asal Jepang, Creed Group, untuk menggarap Kawana 2 Concierge Golf Apartment sebagai proyek lanjutan kerjasama pengembangan proyek hunian vertikal segmen premium di kawasan Jababeka.

"Kawana 2 merupakan pengembangan dari tahap I. Kami mematok harga di atas Kawana 1," kata Muljadi.

Kawana Gold Residence merupakan proyek kolaboratif antara PT Jababeka Residence (anak usaha KIJA) dengan Creed Goup, pengembang asal Jepang.

Berikutnya adalah proyek-proyek perumahan tapak dan beberapa ruko komersial yang hingga saat ini masih dalam tahap finalisasi desain.

"Terkait jumlah unit, harga, nama proyek, dan juga desain masih belum bisa kami sebutkan. karena sangat bergantung pada demand yang ada," imbuh Muljadi.

Begitu pula proyek kerja sama dengan investor Jepang, Keihan Real Estate dan Nice Corporation serta Aeon Retail Facility Jababeka yang merupakan usaha patungan dengan PP Properti masih dalam tahap desain. 

Adapun untuk kawasan industri, baik di Jababeka City maupun di Kendal, Jawa Tengah, menurut Muljadi menunjukkan progres positif. 

Di Jababeka City, saat ini terdapat lebih 1.500 penyewa lahan industri dan pergudangan, menyisakan sekitar 600 hektar lahan industri.

Luas lahan yang sama tersisa untuk lahan residensial dan komersial yang akan dimanfaatkan dengan membangun properti sesuai demand pasar.

Sedangkan lahan industri di Kendal Industrial Park di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang merupakan kerja sama dengan Sembawang Corporation Singapura, telah terserap sekitar 60 hektar-70 hektar dari total 800 hektar Tahap pertama.

Banyaknya minat perusahaan domestik dan asing, terutama dari China yang sudah masuk daftar tunggu, membuat harga lahan di Kendal Industrial Park berada pada posisi sekitar Rp 1,5 juta per meter persegi.

Sementara, secara umum, KIJA menargetkan marketing sales tahun ini senilai Rp 1,6 triliun. Kuartal I-2019, marketing sales yang telah terbukukan sebesar Rp 221 miliar.

Dengan melansir sejumlah proyek baru tersebut, Muljadi optimistis target marketing sales akan tercapai.

Terlebih stabilitas politik dan pemerintahan baru sudah pasti akan terbentuk pada 20 Oktober mendatang.

"Properti akan kembali naik," kata dia.

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X