Para Pahlawan Mudik 2019

Kompas.com - 04/06/2019, 23:27 WIB
Kanit Turjawali Sat lantas Polres Karawang Aipda Ali Idrus di Simpang Jomin, Kabupaten Karawang, Senin (3/6/2019). Hilda B Alexander/Kompas.comKanit Turjawali Sat lantas Polres Karawang Aipda Ali Idrus di Simpang Jomin, Kabupaten Karawang, Senin (3/6/2019).

Lancarnya arus mudik di wilayah Kabupaten Cirebon, termasuk Tol Cikopo-Palimanan, Tol Palimanan-Kanci, atau jalur pantura adalah berkat koordinasi, dan sinergi lintas sektor, serta strategi terukur dengan target-target yang serba lebih baik.

"Kami selalu berkomunikasi, berkoordinasi, dan bersinergi. Tidak saja dengan Pemerintah Daerah, juga dengan Badan Usaha Jalan tol (BUJT). Karena sistem one way di Tol Trans-Jawa, membuat kami harus mempersiapkan langkah antisipatif yang tepat," jelas Suhermanto.

Baca juga: Sehari Jelang Idulfitri, Kendaraan via GT Kalikangkung 10.000 Unit

Oleh karena itu, Polres Cirebon jauh-jauh hari telah menyiapkan sejumlah skenario. Di antaranya membentuk Tim Urai yang bertugas memantau, mengurai, dan mengamankan arus mudik Lebaran 2019.

Tim Urai ini ditempatkan di sejumlah lokasi Jalur Pantura di wilayah kewenangan Kabupaten Cirebon. Mereka dibekali dengan perangkat telekomunikasi mutakhir, dan mengendarai sepedamotor yang bisa bergerak cepat, lincah, dan efektif.

"Kami kerja jemput bola. Tidak harus menunggu lalu lintas padat. Pokoknya, setiap ada jalur yang tersendat, kami selalu siap mengurainya," tegas Suhermanto.

Seperti diketahui, Cirebon merupakan titik krusial dan perlintasan lalu lintas dari barat menuju tengah dan timur Pulau Jawa.

Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Karawang Aipda Ali Idrus

Sosoknya ramah dan supel dalam berkomunikasi. Namun, ketegasan sikap dan caranya mengambil keputusan demikian lugas.

Dialah Aipda Ali Idrus yang bertugas di Pos Pengamanan Simpang Jomin, Kabupaten Karawang. Familiar dengan infrastruktur pertigaan nan legendaris ini? 

Simpang Jomin kala Jalan Tol Trans-Jawa belum dibangun, tidak hanya digunakan oleh pemudik yang mengalir ke arah timur, barat, dan selatan Jawa, melainkan juga pedagang kaki lima, pasar tumpah, dan juga warga Karawang yang beraktivitas sehari-hari.

Simpang Jomin ini juga beken sebagai " jalur neraka" karena kemacetan di sini bisa berlangsung puluhan jam.

Idrus dan timnya sampai dibuat tak tidur berhari-hari demi mengurusi legenda infrastruktur satu ini. Bahkan, pria asal Bandung ini rela berkali-kali tak berlebaran bersama keluarga. 

"Kalau pun bisa istirahat, paling hanya 15 menit. Itu pun tidur ayam. Tapi ini kan tugas. Kami berusaha melayani masyarakat dengan baik, agar mereka perjalanan mudiknya lancar," imbuh dia.

Idrus dan timnyalah yang membuat Simpang Jomin jauh lebih lancar, cenderung sepi pada musim mudik tahun ini.

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X