Ada 20 Titik Rawan Longsor di Jalur Sabuk Merah Perbatasan

Kompas.com - 19/03/2019, 21:33 WIB
Kondisi medan proyek Sabuk Merah Perbatasan, NTT. Sigiranus Marutho Bere/Kompas.comKondisi medan proyek Sabuk Merah Perbatasan, NTT.
KUPANG, KOMPAS.com - Jalur jalan nasional Sabuk Merah Perbatasan yang menghubungkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain Kabupaten Belu dan PLBN Motamasin Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), berpotensi terjadi longsor di beberapa titik.
 
Pejabat Pembuat Komitmen 4.5 Pembangunan Jalan Perbatasan NTT Rofinus Ngilo mengatakan, terdapat 20 titik rawan longsor pada ruas jalan tersebut.
 
"Jalan perbatasan sepanjang 179,99 kilometer itu, terdapat titik-titik rawan longsor sebanyak 20 titik," ungkap Rofinus kepada Kompas.com, Selasa (19/3/2019) malam.
 
 
Meski jalan tersebut rawan longsor, namun PPK 4.5 selalu bekerja sama dengan kontraktor memperbaiki nya, sehingga jalan itu bisa digunakan oleh warga.
 
Menurut Rofinus, penyebab longsor adalah tingginya curah hujan yang turun terus menerus, dan konstruksi tanah yang memang rawan longsor.
 
Untuk penanganan permanen, PPK 4.5 masih menunggu desain khusus longsor dari
Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) NTT.
 
"Saat ini, kita masih menunggu desain khusus dari P2JN. Rencana survei dan penyelidikan tanah, akan dilakukan oleh koordinator tim sebagai perencana," tuntas Rofinus.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X