Fauzan Putra Menangis Usai Dihadiahi Pekerjaan oleh Jokowi

Kompas.com - 12/03/2019, 19:14 WIB
Fauzi PutraKompas.com / Dani Prabowo Fauzi Putra

JAKARTA, KOMPAS.com - Mata Fauzan Putra berkaca-kaca saat Kompas.com menjumpainya di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019). Di tengah rangkulan kedua temannya, ia nampak menitikkan air mata.

Lulusan Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, Jawa Barat, itu baru saja dijanjikan pekerjaan oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi) saat kegiatan penyerahan 16.000 sertifikat kepada tenaga kerja ahli dan terampil di bidang konstruksi.

"Saya enggak ngimpi apapun semalam," ucap Fauzan seraya sesenggukan.

Janji yang diberikan bermula saat mantan Gubernur DKI itu menantang perwakilan dari sekitar 6.000 tenaga kerja ahli dan terampil yang hadir di tempat itu untuk maju ke atas panggung.

Fauzan adalah satu dari tiga orang yang maju. Dua orang lainnya yaitu Abdulah Fatah, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan latar belakang juru gambar, dan Bambang, seorang petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) DKI Jakarta.

Baca juga: Jokowi: Nanti Kalau Tidak Bisa Bikin Jembatan, Awas!

Jokowi kemudian menanyakan kepada masing-masing dari tiga anak muda tersebut keahlian yang dimiliki. Hingga akhirnya jatuh giliran Fauzan.

Presiden Joko Widodo menyerahkan secara simbolis sertifikat keahlian kepada tenaga kerja konstruksi terampil dan ahli di Istora Senayan, Selasa (12/3/2019).Kompas.com/DANI PRABOWO Presiden Joko Widodo menyerahkan secara simbolis sertifikat keahlian kepada tenaga kerja konstruksi terampil dan ahli di Istora Senayan, Selasa (12/3/2019).
Sebagai mantan mahasiswa jurusan tata kota, Fauzan mengaku, keahlian utamanya yaitu pengembangan kawasan.

Tak hanya dari aspek tata kotanya semata, tetapi juga dalam hal ekonomi dan sosial masyarakat.

"Jadi, misalnya ada kabupaten pemekaran baru. Terus saya suruh gambar bisa?" tanya Jokowi.

"Bisa," singkat Fauzan.

"Ya sudah, nanti bisik-bisik ke Menteri PUPR. Penempatan di mana, terserah," imbuh Jokowi.

Baca juga: Tahun Ini, 512.000 Tenaga Kerja Konstruksi Akan Disertifikasi

Usai mendapat instruksi tersebut, Fauzan kemudian mendatangi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang duduk di belakang Presiden.

Kemudian, dengan sedikit terguntai, ia kembali berjalan ke jejeran bangku, tempat puluhan rekan-rekannya telah menantinya.

Baru lulus

Fauzan tak menyangka dirinya akan mendapatkan pekerjaan secepat ini. Padahal, baru Sabtu (9/3/2019), dirinya diwisuda sebagai sarjana teknik.

"Ini luar biasa. Saya bakal pulang ke Bandung, saya akan temui orang tua. Dan saya terima kasih banget sama Allah SWT," ucapnya.

Sejauh ini, Fauzan mengaku, telah dimintai nomor telepon oleh seorang pegawai Kementerian PUPR agar dapat dengan mudah dikonfirmasi pada kemudian hari.

Namun sebelumnya, dirinya harus berkomunikasi dengan pihak rektorat bahwa ia mendapatkan pekerjaan dari Presiden Jokowi.

Sekitar 6.000 tenaga kerja terampil dan ahli menerima sertifikat keahlian yang akan diberikan Presiden Joko Widodo di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019). Mereka merupakan perwakilan 16.000 tenaga kerja dari Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang menerima sertifikat keahlian pada hari ini.Kompas.com/DANI PRABOWO Sekitar 6.000 tenaga kerja terampil dan ahli menerima sertifikat keahlian yang akan diberikan Presiden Joko Widodo di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019). Mereka merupakan perwakilan 16.000 tenaga kerja dari Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang menerima sertifikat keahlian pada hari ini.
"Saya tidak kepikiran mau ditempatkan di mana. Tapi Insya Allah kalau ditempatkan di mana pun saya harus bisa," tekad dia.

Dengan latar belakang planologi, Fauzan mengaku, memiliki keahlian di bidang perencanaan wilayah terutama dalam hal kebijakan.

Salah satu kelemahan dalam penataan tata kota di Indonesia, menurut dia, ada pada banyaknya tumpang tindih peraturan antara pusat dan daerah.

"Seperti contohnya Perhutani. Perhutani punya peraturan, kota punya peraturan, di mana seharusnya wilayah-wilayah yang tidak bisa dipakai itu dipakai," ujarnya.

"Contoh di daerah saya itu di kawasan Bandung Utara, masalahnya di mana? Banyak bangunan yang didirikan di sana tidak sesuai peraturan yang ada," Fauzan memberi contoh.

Tak bisa langsung masuk

Ditemui terpisah, Basuki menyatakan, meski mendapatkan garansi masuk Kementerian PUPR dari Presiden, hal itu tidak serta merta membuat Fauzan dapat masuk kementerian yang dipimpinnya begitu saja.

Basuki menegaskan, untuk menjadi seorang aparatur sipil negara (ASN), diperlukan serangkaian tes yang harus dilewati. Hal ini juga berlaku untuk ASN di kementerian/lembaga lainnya.

"Mungkin bisa kita tarik ke magang atau BUMN terlebih dahulu," tuntas Basuki.



Close Ads X