Kisah Dua Sahabat asal Singapura Meraup Untung di Indonesia

Kompas.com - 11/03/2019, 11:19 WIB
Darren Chua dan Remy NgSamuel Isaac Chua/EdgeProp Singapore Darren Chua dan Remy Ng

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak kisah inspiratif yang bisa dipetik dari para pengusaha properti termasuk dua sahabat yang kini turut meramaikan pasar tanah air, yakni Darren Chua dan Remy Ng.

Mereka merupakan pendiri dari Genesis Indojaya, perusahaan yang telah mengembangkan berbagai properti di Jakarta dan Bali. Meski kini meraup untung dari bisnis properti di Indonesia, keduanya berasal dari Singapura.

Baca juga: Kisah Inspiratif Raja-raja Perhotelan Dunia

Melansir Yahoo Finance, mereka berdua bertemu saat menempuh pendidikan di sekolah militer pada 2004.

Pertemanan tersebut berlanjut saat Chua dan Ng menjadi rekan sekamar di Sheares Hall, satu dari enam asrama di National University of Singapore (NUS).

Keduanya merupakan mahasiswa di NUS Business School. Di sini, Chua mengambil jurusan double  degree di Hukum Bisnis, dan lulus dua tahun setelah Ng.

"Kami telah menjadi teman sejak masa militer, dan kami selalu mengobrol tentang bisnis apa yang ingin kami lakukan bersama," ujar Chua

Memulai bisnis bersama

Sejak masa kuliah, mereka berdua memang telah tertarik dalam dunia bisnis. Ini terbukti ketika mereka memulai bisnis bersama, yakni dengan membuka tempat pencucian mobil.

Meski sempat berjalan, namun akhirnya bisnis ini kandas karena mereka mengaku tidak dapat bersaing dengan pekerja asing yang dianggap lebih rajin.

Setelah itu, Chua dan Ng mendirikan kios bubble tea yang juga harus dijual ke rekan mereka setelah berjalan selama enam bulan.

Ng lulus pada 2009 dan kemudian bekerja di konsultan properti Knight Frank Singapore, sementara Chua bekerja di salah satu firma hukum terbesar di Singapura, Rajah & Tann.

Meski telah bekerja di tempat berbeda, keduanya masih bermimpi untuk membuka bisnisnya sendiri.

"Kami berencana masuk ke pengembangan properti, tetapi Anda tahu betapa mahalnya harga tanah di Singapura," kata Ng.

Salah satu portofolio Genesis IndojayaSamuel Isaac Chua/EdgeProp Singapore Salah satu portofolio Genesis Indojaya
Ng menambahkan, untuk sekadar memiliki tanah saja, harga yang harus dibayar cukup besar, yakni sekitar 5 juta dollar Singapura atau Rp 45,5 miliar. Harga ini belum termasuk biaya konstruksi.

Chua dan Ng kemudian bertemu dengan seorang teman dari Indonesia yang mengenalkan mereka dengan bisnis properti di negeri ini. Dia mengatakan, harga tanah di Indonesia lebih murah.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X