Eka Tjipta Widjaja, Tamatan SD yang Jadi Taipan Properti (II)

Kompas.com - 27/01/2019, 12:10 WIB
Go!Wet Water, di Grand Wisata, Bekasi. sinarmas landGo!Wet Water, di Grand Wisata, Bekasi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak ada orang sukses yang tidak pernah merasakan kegagalan. Tak terkecuali pendiri Sinarmas Group, Eka Tjipta Widjaja, yang tutup usia pada Sabtu (26/1/2019) malam.

Eka Tjipta mengembuskan napas terakhirnya pada usia 98 tahun karena usia lanjut, dan jenazahnya disemayamkan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

"Iya betul Pak Eka meninggal dunia," kata Managing Director PT Sinarmas Land Dhonie Rahajoe dalam pesan singkat, Sabtu (25/1/2019) malam.

Pria kelahiran Quanzhou, China, ini bermigrasi ke Indonesia pada 1932. Saat itu, Oei Ek Tjhong, nama kecil Eka, harus berlayar selama tujuh hari tujuh malam untuk tiba di Makassar, Sulawesi Selatan.

Eka bukan berasal dari keluarga kaya. Saat berlayar ke Indonesia pun, ia harus tidur di tempat paling buruk di kapal, yaitu di bawah kelas dek.

Baca juga: Eka Tjipta, Orang Terkaya Ketiga Indonesia Tutup Usia

Dilansir dari Kompas.id, uang lima dollar AS yang dibawa saat perjalanan, tak kuasa ia belanjakan makanan. Sebab, untuk bisa sampai di Indonesia, ia harus berutang kepada rentenir 150 dollar AS.

Untuk melunasi utangnya, Eka kecil langsung bekerja di toko milik ayahnya yang tiba lebih dulu di Makassar. Beruntung, utang tersebut dapat dilunasi dalam kurun dua tahun, seiring kian maju toko ayahnya.

Hanya tamat SD

Saat tiba di Indonesia, usianya baru sembilan tahun. Setelah melunasi utangnya, Eka meminta untuk disekolahkan. Namun, ia tak mau bila harus mulai dari kelas satu.

Selesai sekolah dasar, Eka tak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya karena persoalan ekonomi. Ia kemudian mulai berjualan.

Eka TjiptaLukas Ferdinand/KONTAN Eka Tjipta
Makassar menjadi ladang pencarian untungnya. Dengan berkeliling, ia menjajakan biskuit dan kembang gula. Hanya dalam waktu dua bulan, ia telah merengguk untung Rp 20, jumlah yang sangat besar saat itu.

Melihat usahanya yang cukup berkembang, Eka kemudian membeli becak untuk membantu mengangkut barang dagangannya.

Baca juga: Gurita Bisnis Sang Taipan Eka Tjipta Widjaja (I)

Tiba-tiba, Jepang menyerbu Indonesia, termasuk Makassar. Invasi tersebut membuat usahanya hancur total.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X