Onrust, Pulau Pengasingan yang Jadi Rebutan Inggris dan Belanda

Kompas.com - 19/01/2019, 07:00 WIB
Bekas rumah dinas dokter Belanda yang dijadikan museum di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Minggu (12/4/2015). KOMPAS/HENDRA A SETYAWANBekas rumah dinas dokter Belanda yang dijadikan museum di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Minggu (12/4/2015).

Kemudian pada 1613, Onrust digunakan menjadi galangan kapal baik besar maupun kecil. Kapal-kapal yang berlayar ke Asia, seringkali diperbaiki di galangan kapal ini.

Tahun-tahun berikutnya, pembangunan di Pulau Onrust terus dilaksanakan. Pembangunan benteng, gudang penyimpanan besi, dok tancap, kincir angin memperkuat pulau itu sebagai pertahanan dan depot logistik VOC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah Pulau Onrust hancur, pada 1803 Belanda merencanakan membangunnya kembali. Tapi baru saja selesai dibangun, Inggris menyerang kembali pada 1806 mengakibatkan Pulau Onrust dan sekitarnya hancur berantakan.

Setelah Inggris menduduki Batavia, Pulau Onrust diperbarui sampai 1816.

Pulau ini juga pernah digunakan sebagai tempat karantina haji pada tahun 1911 hingga 1993. Pada 1850, gelombang pertama berhaji bagi masyarakat Indonesia mulai tinggi.

Pada masa itu, masyarakat yang ingin pergi berhaji memanfaatkan kapal laut.

Baca juga: Dicat Serampangan, Revitalisasi Kota Tua Surabaya Menuai Kritik

Pemerintah Hindia Belanda kala itu khawatir, para peziarah yang berangkat haji akan menjadi pemberontak.

Oleh karenanya, pemerintah kolonial kemudian mengeluarkan peratruran yang mewajibkan para haji dan calon haji untuk memiliki surat perjalanan. Mereka juga dikarantina di pulau ini.

Belanda kemudian membuat pulau ini penuh perhitungan dengan membangun dermaga, benteng, gudang mesiu, bastion, dan kincir angin untuk menggerakkan gergaji kayu.

Kincir angin dibangun di sisi utara karena angin lebih kuat. Adapun galangan kapal dibangun menghadap Pulau Cipir.

Namun, sejak pelabuhan Tanjung Priok dibangun, pamor Pulau Onrust perlahan memudar. Pada 1883, tsunami akibat letusan Gunung Krakatau meluluhlatakkan kawasan Onrust.

Lalu pada masa pendudukan Jepang, pulau ini difungsikan sebagai tempat pengasingan bagi tahanan politik dan orang-orang yang dianggap memberontak.

Tinggi barak penjara di pulau ini sekitar 1,5 meter dengan atap seng dan dikelilingi oleh kawat berduri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.