Onrust, Pulau Pengasingan yang Jadi Rebutan Inggris dan Belanda - Kompas.com

Onrust, Pulau Pengasingan yang Jadi Rebutan Inggris dan Belanda

Kompas.com - 19/01/2019, 07:00 WIB
Bekas rumah sakit haji di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Minggu (12/4). Pulau Onrust dahulu digunakan Pemerintah kolonial Belanda sebagai tempat karantina calon haji. Saat ini Pulau Onrust menjadi cagar budaya yang setiap akhir pekan banyak didatangi wisatawan.HENDRA A SETYAWAN Bekas rumah sakit haji di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Minggu (12/4). Pulau Onrust dahulu digunakan Pemerintah kolonial Belanda sebagai tempat karantina calon haji. Saat ini Pulau Onrust menjadi cagar budaya yang setiap akhir pekan banyak didatangi wisatawan.

KOMPAS.com - Pulau Onrust adalah salah satu kawasan cagar budaya yang kaya dengan berbagai bangunan bersejarah.

Di Pulau Onrust terdapat Taman Arkeologi Onrust yang memuat sisa runtuhan karantina haji tahun 1911, makam keramat Kartosoewiryo, dan benda cagar budaya lainnya. 

Di pulau ini juga terdapat benteng peninggalan perusahaan dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Pada denah buatan J.W. Heijdt tahun 1740, benteng yang terletak di selatan pulau dilengkapi dengan lima bastion (bagian yang menjorok dan berfungsi pos pengintai).

Baca juga: Sawahlunto, Kawasan Cagar Budaya, dan Orang-orang Rantai

Di dalam benteng itu terdapat banyak bangunan, seperti gudang mesiu, gudang beras, gudang arak, rumah juru rawat, rumah dokter, dan lain-lain.

Lalu di sebelah utara benteng, terdapat pula dua kincir angin yang berfungsi sebagai tenaga gerak menggergaji kayu, lengkap dengan kolam penampungannya.

Pulau dengan luas 7,5 hektar ini pernah menjadi pusat bongkar muat komoditas dagang dan galangan kapal VOC.

Aktivitas yang tidak pernah berhenti ini membuat orang Belanda kemudian menjulukinya sebagai Onrust yang berarti tak pernah istirahat.

Di Pulau Onrust terdapat Taman Arkeologi Onrust yang memuat sisa runtuhan karantina haji tahun 1911, makam keramat Kartosoewiryo, dan Benda Cagar Budaya lainnya. 
KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI Di Pulau Onrust terdapat Taman Arkeologi Onrust yang memuat sisa runtuhan karantina haji tahun 1911, makam keramat Kartosoewiryo, dan Benda Cagar Budaya lainnya.
Jauh sebelum pulau ini dimonopoli VOC, raja-raja Banten menggunakannya sebagai tempat istirahat. Tahun 1610, Belanda meminta izin kepada Pangeran Jayakarta untuk menggunakan Pulau Onrust.

Pada 10-13 November 1610, Pangeran Jayakarta mengizinkan Belanda mengambil kayu dan membuat kapal di pulau ini.

Baca juga: Gunung Penanggungan, Area Suci Sejak Zaman Pra-Majapahit

Kemudian pada 1613, Onrust digunakan menjadi galangan kapal baik besar maupun kecil. Kapal-kapal yang berlayar ke Asia, seringkali diperbaiki di galangan kapal ini.

Tahun-tahun berikutnya, pembangunan di Pulau Onrust terus dilaksanakan. Pembangunan benteng, gudang penyimpanan besi, dok tancap, kincir angin memperkuat pulau itu sebagai pertahanan dan depot logistik VOC.

Setelah Pulau Onrust hancur, pada 1803 Belanda merencanakan membangunnya kembali. Tapi baru saja selesai dibangun, Inggris menyerang kembali pada 1806 mengakibatkan Pulau Onrust dan sekitarnya hancur berantakan.

Setelah Inggris menduduki Batavia, Pulau Onrust diperbarui sampai 1816.

Pulau ini juga pernah digunakan sebagai tempat karantina haji pada tahun 1911 hingga 1993. Pada 1850, gelombang pertama berhaji bagi masyarakat Indonesia mulai tinggi.

Pada masa itu, masyarakat yang ingin pergi berhaji memanfaatkan kapal laut.

Baca juga: Dicat Serampangan, Revitalisasi Kota Tua Surabaya Menuai Kritik

Pemerintah Hindia Belanda kala itu khawatir, para peziarah yang berangkat haji akan menjadi pemberontak.

Oleh karenanya, pemerintah kolonial kemudian mengeluarkan peratruran yang mewajibkan para haji dan calon haji untuk memiliki surat perjalanan. Mereka juga dikarantina di pulau ini.

Bekas rumah dinas dokter Belanda yang dijadikan museum di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Minggu (12/4/2015).KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Bekas rumah dinas dokter Belanda yang dijadikan museum di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Minggu (12/4/2015).
Belanda kemudian membuat pulau ini penuh perhitungan dengan membangun dermaga, benteng, gudang mesiu, bastion, dan kincir angin untuk menggerakkan gergaji kayu.

Kincir angin dibangun di sisi utara karena angin lebih kuat. Adapun galangan kapal dibangun menghadap Pulau Cipir.

Namun, sejak pelabuhan Tanjung Priok dibangun, pamor Pulau Onrust perlahan memudar. Pada 1883, tsunami akibat letusan Gunung Krakatau meluluhlatakkan kawasan Onrust.

Lalu pada masa pendudukan Jepang, pulau ini difungsikan sebagai tempat pengasingan bagi tahanan politik dan orang-orang yang dianggap memberontak.

Tinggi barak penjara di pulau ini sekitar 1,5 meter dengan atap seng dan dikelilingi oleh kawat berduri.



Close Ads X