Menjajal Nippori-Toneri Liner, Kereta Tanpa Awak Jepang

Kompas.com - 11/12/2018, 22:47 WIB

Pada jam sibuk jarak kedatangan antara kereta satu dengan kereta yang lain hanya terpaut 3 menit saja.

Kendati disebut kereta, namun moda transportasi ini tidak berbasis rel melainkan roda. Karena tanpa awak, maka seluruh kendali operasi dilakukan melalui control room yang ada di stasiun.

Kendati demikian, Uciyama menuturkan, pihaknya tetap menyiagakan personel di dalam kereta terutama saat salju turun.

Pasalnya, ketika salju turun kerap terjadi penumpukkan di jalur yang dilalui sehingga akan berbahaya bila perjalanan tetap dilakukan sementara jalur tidak steril.

"Ini yang barang kali kurang menguntungkan dan mungkin tidak akan terjadi di Indonesia. Karena bisa jadi operasional stop, karena (salju) harus disekop dengan tenaga manusia," kata dia.

"Meski sudah dilengkapi dengan roll heater, tapi ketika salju turun deras tetap harus butuh bantuan tenaga manusia," imbuh Uciyama.

Sejak beroperasi pada 2008 lalu, Nippori-Toneri Liner belum memberikan keuntungan hingga balik modal.

Ia mengatakan, biaya konstruksi moda ini mencapai 12,69 miliar yen. Adapun untuk pengadaan tanah, biro tidak mengeluarkan anggaran lantaran jalurnya dibangun di atas jalan milik pemerintah.

"Sekarang masih ada utang. Walaupun infrastruktur milik Pemerintah Tokyo, tapi untuk rolling stok dan stasiun itu kami yang keluarkan biayanya Rp 4 miliar yen," ungkapnya.

Kendati demikian, Uciyama mengaku, pihaknya tidak bisa serta merta menaikkan tarif begitu saja untuk mengejar agar cepat balik modal.

"Kalau untuk menjaga keberlangsungan operasi maka harus menerapkan tarif tinggi. Tapi itu tidak bisa dilakukan," tuntas Uciyama.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X