Rahasia Laksmono Kartika Merebut Masa Depan Bersama Lamicitra

Kompas.com - 18/11/2018, 11:48 WIB
Chairman Lamicitra Nusantara Laksomono KartikaHilda B Alexander/Kompas.com Chairman Lamicitra Nusantara Laksomono Kartika

SURABAYA, KOMPAS.com - "Bisa melihat dan merebut masa depan". Demikian Laksmono Kartika, mengungkap rahasianya tetap eksis selama lebih dari empat dekade berkontribusi terhadap sektor properti Indonesia, khususnya Surabaya.

Lamicitra Nusantara adalah entitas induk yang dia rintis dari nol sejak 1975 melalui PT Bhaktijaya Dwipaparamitha. 

Perusahaan ini mengoperasikan bengkel dan pergudangan yang terkait dengan perbaikan mesin-mesin.

"Saat itu, kerja apa saja saya jalani. Dari nol, nggak ada modal sama sekali. Tapi saya punya pengetahuan, saya punya komitmen, dan juga punya intuisi," kata Laksmono dalam perbincangan khusus dengan Kompas.com, di Surabaya, Sabtu (17/11/2018).

Baca juga: Pasar Properti Surabaya Tak Pernah Surut

Bisnis mana yang potensial mendatangkan keuntungan dan bermanfaat buat orang banyak, Laksmono bisa "membacanya" dengan jelas.

"Saya bisa tahu itu," tegasnya.

Perumahan Darmo Hill SurabayaRumah.com Perumahan Darmo Hill Surabaya
Tak heran bila Direktur PT Lamicitra Nusantara Tbk Priyo Setyabudi berkali-kali mengatakan, intuisi Laksmono selalu terbukti dan menjadi pertimbangan fundamental saat perusahaan akan melakukan aksi ekspansi.

"Dia tahu mana lokasi yang akan menjadi emas dan profit center," ujar Priyo.

Perumahan Darmo Hill merupakan hasil dari ketajaman intuisi Laksmono. Dia mengincar lahan di Surabaya Barat ini sejak tahun 1980-an.

Saat ini, Darmo Hill merupakan salah satu address utama orang-orang kaya Surabaya.

Demikian halnya saat lelaki berusia 65 tahun itu mengakuisisi lahan di Jalan basuki Rahmat, Surabaya Pusat.

Saat itu, tahun 1990-an, keduanya tengah kongkow di kedai kopi. Laksmono mengatakan, di lahan itu tersimpan "emas" dan "masa depan" yang akan menjadi miliknya kelak.

Terbukti, saat ini Jl Basuki Rahmat merupakan salah satu koridor bisnis termahal, dengan posisi harga aktual menyentuh angka Rp 60 juta per meter persegi.

Ke depan, Lamicitra akan melakukan utilisasi aset lahan di Jl Basuki Rahmat ini sebagai superblok yang berisi perkantoran, apartemen, hotel, dan lifestyle retail. 

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X